Sunday, January 27, 2013

Pesona Sungai Yordan

Areal sepanjang Sungai Yordan nyaris tertutup bagi pengunjung
 karena militer Israel melakukan penjagaan ketat.


Sungai Yordan, merupakan perbatasan antara wilayah Kerajaan Yordania dengan wilayah Tepi Barat Palestina, mengalir dari Danau Galilea di sebelah utara dan bermuara di Laut Mati. Galilea atau Tiberias, berada di wilayah Israel, sejak negara Zinonis itu diproklamasikan pada 1948. Secara dejure (hukum) Tepi Barat menjadi milik Palestina tetapi secara defacto (kenyataan) dikuasai Israel. 

Areal sepanjang Sungai Yordan nyaris tertutup bagi pengunjung karena militer Israel melakukan penjagaan ketat. Hanya beberapa kalangan yang dapat masuk ke kawasan itu, seperti lembaga sosial tertentu yang bergerak di bidang keagamaan atau seni budaya.

Di sepanjang Sungai Yordan terdapat banyak situs bersejarah bernilai religius. Di antaranya, sebuah lubuk yang dinamakan "Dan". Dipercaya sebagai tempat Yohannes atau Yahya putra Zakaria, membaptis umantnya, pada awal kelahiran Nabi Isa al Masih (Jesus). Sehingga Nabi Yahya digelari "Yahya Pembaptis".

Hingga kini, banyak umat Nasrani berkunjung ke sana untuk mandi-mandi dan merasakan suasana "pembaptisan" tempo dulu. Sebagai awal atau akhir ziarah ke "Holly Land" (Tanah Suci Palestina), yang menjadi sebagian sejarah agama Kristen. Seperti Betlehem, tempat kelahiran Isa al Masih, Taman Getsemani, di Jerusalem Timur, tempat Isa al Masih ditangkap oleh pasukan Romawi atas petunjuk Judas Iskariot, Via Dolorosa Jerusalem tempat Isa al Masih memikul kayu salib menuju bukit Golgota, makam Siti Maryam (Bunda Maria) di Bukit Zaitun, dan lain-lainnya.

Karena letak Tiberias kurang lebih 220 dari permukaan laut sementara Laut Mati berada 395 di bawah permukaan laut maka di beberapa tempat Sungai Yordan menukik tajam dan mengalir deras. Air terjun banyak di jumpai di sepanjang Sungai Yordan, air terjun yang cukup besar dan terkenal adalah air terjun Banias, kurang lebih 2 km sebelah atas (hulu) lubuk tempat pembaptisan.

Kontur air terjun Bania, sama dengan air terjun lain di dunia. Namun, karena berada di kawasan konflik dua negara bertaraf internasional, ditopang oleh nilai kesejarahan Danau Galilea, Sungai Yordan, dan Laut Mati, maka air terjun Banias menjadi sangat populer. Seandainya air terjun Banias berada di tempat aman, bukan zona militer Israel, bisa jadi pengunjung air terjun Banias akan melebihi pengunjung air terjun Niagara.

Lokasi air terjun Banias nyaris sepi dari pengunjung, padahal keindahan alam yang dimonopoli limpahan air jernih bening, sangat ideal menjadi latar belakang potret. Mungkin pengunjung air terjun Banias harus terbiasa dengan suasana sepi dan seram karena rasa diawasi moncong senapan otomatis tentara Israel? 

4 comments:

  1. Menarik,karena mengungkap fakta sejarah agama Kristen,yg telah mengalami syncretisme begitu jauh hingga terpecah-pecah jadi ribuan sekte.Konsep Trinitas adalah salah satunya,sebuah konsep yg tidak pernah di kenal pada awal sejarah lahirnya agama Kristen yg dibawa oleh Isa Al Masih(Yesus).Teks2 Injil kuno yg ditemukan di gua2 sepanjang Sungai Yordan,mengungkapkan bahwa doktri awal ajaran Isa Al Masih,sejalan dengan konsep monetistik murni,baik yang ada dalam agama Yahudi maupun Islam.

    ReplyDelete
  2. sungguh luar biasa saksi sejarah jaman nabi Yahya dan Nabi Isa,tapi apakah org" Muslim bisa berkunjung kesana

    ReplyDelete
  3. bisa saja asal ada uang kan yahudi terkenal mata diutan & pelit

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.