Monday, February 11, 2013

Pentingnya Audit Lingkungan Hidup

Kawasan Bogor, Puncak dan Cianjur merupakan daerah resapan air.



Kerusakan lingkungan akibat desakan pembangunan di Jakarta maupun di sekitarnya termasuk kawasan Bogor, Puncak, dan Cianjur (Bopunjur) yang merupakan hulu sungai Ciliwung adalah penyebab terjadinya banjir lima tahunan di Jakarta. Karena terlena dengan banjir musiman atau kiriman, maka kerusakan lingkungan tersebut kurang mendapat perhatian yang serius. Baru semua tersentak kesadarannya ketika terjadi banjir dahsyat tanggal 17 Januari 2013 di Jakarta, kawasan Bundaran Hotel Indonesia sampai Istana Presiden terendam banjir. 

Kawasan Bogor, Puncak dan Cianjur merupakan daerah resapan air yang harus terus dijaga kelestariannya. Bahkan pemerintah sudah membuat peraturan melalui Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, Cianjur (Jabodetabekpunjur). 

Pada pasal 2 Perpres tersebut menjelaskan tujuan dibuat Peraturan Presiden, yaitu terwujudnya peningkatan fungsi lindung terhadap tanah, air, udara, flora dan fauna dengan ketentuan tingkat peresapan air hujan dan tingkat pengaliran air permukaan menjamin tercegahnya bencana banjir dan ketersediaan air sepanjang tahun bagi kepentingan umum.

Sayangnya, Perpres yang menginstruksikan untuk melindungi kawasan air serta mempertimbangkan kembali jika ada seseorang yang ingin mendirikan bangunan di areal itu, terutama di kawasan Puncak, seakan-akan tidak digubris. Faktanya semakin banyak pembangunan rumah maupun villa di puncak. Padahal menurut Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup diatur tentang sanksi bagi orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan kerusakan lingkungan hidup dan diancam dengan pidana penjara makasimal 3 (tiga) tahun dan pidana denda maksimal Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Kini sudah saatnya dilakukan audit lingkungan hidup atas pembangunan yang kian marak di kawasan Puncak. Audit ini bertujuan meninjau kembali keberadaan bangunan-bangunan yang ada di daerah Puncak agar tidak terjadi lagi kerusakan lingkungan hidup yang menyebabkan terjadinya bencana alam, berupa longsor maupun banjir. 

Setelah audit lingkungan dilakukan dengan baik, segera cabut izin dan bongkar sejumlah bangunan di kawasan Puncak yang tidak sesuai peruntukannya. Selanjutnya, mewajibkan pemilik bangunan mengembalikan lagi fungsi lingkungan hidup dengan cara menanam kembali pohon di atas bekas bangunan itu. 

Semoga banjir yang melanda Jakarta pada Januari 2013 membuka kesadaran kita akan pentingnya memelihara lingkungan hidup. 


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.