Friday, February 15, 2013

Mengenal Oscar Pistorius Sang Blade Runner

Saya tak pernah menganggap diri saya cacat.



Pada hari Valentine, dini hari, Reeva Steenkamp (30) mengendap-endap ke rumah Oscar Pistorius di Silverwoods, Pretoria, Provinsi Guateng, Afrika Selatan. Malang baginya, rencana memberi kejutan bagi kekasihnya itu berubah menjadi tragedi. Pistorius mengira yang mengendap-endap itu adalah maling dan menembaknya. Steenkamp tewas dengan luka tembak di lengan dan kepala.

Saat ini, Pistorius ditahan dan sidang perdananya langsung digelar di Pretoria, Kamis (14 Februari) pagi. Dia didakwa dengan pasal pembunuhan.

Pistorius adalah seorang atlet pemberi motivasi banyak orang di dunia, khususnya dari kalangan difabel. Oscar Pistorius adalah atlet tanpa kaki yang punya kecepatan lari sama dengan atlet normal. Hanya karena terganjar aturan, dia tidak dapat berkompetisi lari untuk atlet normal.

Oscar Pistorius dijuluki "Blade Runner", pada Olimpiade Paralimpik 2012 dia adalah peraih medali emas untuk cabang olah raga lari 4 x 100 estafet dan 400 meter. Pada tahun 2012, majalah Time menetapkannya sebagai 100 tokoh berpengaruh di dunia.

Oscar Pistorius tak pernah menganggap dirinya cacat meski kedua kakinya diamputasi sejak bayi, dia bertekad untuk berlomba pada kejuaraan atletik dunia atau Olimpiade bersama atlet normal lain. Dalam buku biografinya yang berjudul Blade Runner, dia menulis, "Saya tak pernah menganggap diri saya cacat. Saya memang punya keterbatasan, tapi semua orang punya itu. Dan, seperti yang lainnya punya banyak talenta, saya juga demikian."

Sebagai atlet yang sejak lahir tidak memiliki fibula (kaki), Pistorius menggunakan dua kaki palsu dari bahan serat karbon yang dirancang sedemikian fleksibel sehingga kemampuannya menyamai kaki asli manusia.

Desain kaki palsu Pistorius itu dinamakan "Cheetah Flex Foot", yang merupakan kaki protestik untuk para penyandang cacat kaki tungkai bawah. Dengan kaki protestik itu, penderita cacat dapat berjalan bahkan berlari fleksibel bila dibanding dengan kaki buatan biasa. Perancang Cheetah Flex-Foot ini adalah Van L Philip. Dia berhasil menciptakan kaki buatan itu setelah terinspirasi oleh anatomi kaki cheetah yang berbentuk "L".

BACA JUGA :
Benarkah Sprindik Bocor?
Pentingnya Pakta Integritas
Peristiwa Pengeboman Jembatan Karangresik
Pentingnya Audit Lingkungan Hidup
Cara Menjernihkan Minyak Goreng
Rehabilitasi Pecandu Narkotika di Pondok Inabah

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.