Tuesday, February 19, 2013

Industri Politik Paling Menjanjikan?

Banyak biaya yang dikeluarkan dalam pengelolaan partai politik.



Kita sering mendengar istilah membeli kapal politik, politik dagang sapi, hasil survei politik, dan elektabilitas politik setiap menghadapi perhelatan pemilihan kepala daerah. Kosa kata itu muncul sebagai gejala masif industri politik demokrasi.

Kapital yang dikeluarkan untuk industri politik dapat mengalahkan kapital seluruh industri riil dan finansial di Indonesia. Cobalah menghitung mulai biaya pelibatan usaha spanduk dan kaus sablon, pembagian sembako, pembagian uang ratusan ribu rupiah untuk keluarga yang dikunjungi, iklan politik di media cetak dan elektronik, konsultasi politik dan jual beli partai politik atau jual beli KTP (Kartu Tanda Penduduk) agar dapat turut serta dalam kontestasi pemilu.

Keseluruhan industri politik demokrasi selama ini melibatkan berbagai perusahaan atau perorangan terbuka yang sahamnya dipegang kaum cukong, anggota parlemen, pemerintah dan organisasi masa. Hal ini karena industri politik demokrasi merupakan industri yang paling berkembang di Indonesia dan sekaligus paling menjanjikan dan paling membangkrutkan.

Industri politik demokrasi adalah industri paling gila dengan tingkat loyalitas dan penghianatan dalam porsi yang sama besar dimana setiap pelakunya memiliki kerelaan yang tinggi dalam aduan. Sebab, dalam setiap perhelatan pemilihan seseorang yang masih menyandang status "bakal calon" harus mengeluarkan banyak modal untuk sosialisasi sampai mendapat kepastian dirinya akan naik status menjadi "calon".

Keseluruhan proses penjaringan "bakal calon" hingga menjadi "calon" dilaksanakan oleh para elite partai politik hanya dengan melihat kemampuan kapital yang dimiliki oleh para peminatnya. Rakyat hanya ditempatkan dalam posisi menerima apa yang terjadi, dalam analogi rakyat terlalu bodoh untuk memahami sesuatu. 

Menurut Walter Lippman, keadaan di mana demokrasi berfungsi dengan baik selalu terdapat kelas masyarakat. Kelas pertama adalah mereka yang memegang peran aktif dalam menjalankan hubungan-hubungan umum. Mereka adalah para ahli yang menganalisis, melaksanakan, mengambil keputusan, dan menjalankan segala hal di bidang politik, ekonomi dan sistem ideologi. Kelas kedua dalam mayoritas populasi adalah massa yang bodoh yang tak dapat dibiarkan memutuskan segala sesuatu sehingga harus selalu digiring agar dapat menentukan pilihan yang tepat.

Dalam industri politik, rakyat hanya diizinkan meminjamkan kekuatannya kepada salah satu "calon" yang lebih ditetapkan oleh para "pemilik kapal politik". Rakyat hanya digunakan mengikrarkan "kami ingin Anda menjadi pemimpin kami". 

Jika definisi demokrasi adalah pemerintah dari rakyat oleh rakyat yang seluruh prosesnya melibatkan rakyat, yang terjadi sekarang adalah oligarki dari persekongkolan antara partai politik dan para pemilik modal yang menggerakkan roda industri politik demokrasi.

Pada prakteknya, rakyat hanya menunggu foto siapa yang layak mereka pajang sebagai "kelayakan" untuk dipilih. Kemudian, rakyat menunggu rasionaliasi korupsi yang akan terjadi setelah pesta demokrasi selesai. Itukah sesungguhnya apa yang disebut pemilu itu?

1 comment:

  1. Politik ibarat bisnis korporate, bedanya politik sering dugunakan untuk menguras uang negara

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.