Saturday, February 9, 2013

Rehabilitasi Pecandu Narkotika di Pondok Inabah

Inabah, yang berarti kembali ke jalan yang benar.



Pondok Pesantren Suralaya, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, sudah lama terkenal karena  kemampuannya menangani anak-anak yang kecanduan narkoba. Upaya ini dirintis oleh Almarhum Abah Anom sejak tahun 1980 dengan membuat pondok khusus untuk menangani korban narkoba bernama pondok Inabah, yang berarti kembali ke jalan yang benar. 


Dikutif dari www.suralaya.org, Inabah adalah istilah yang berasal dari Bahasa Arab anaba-yunibu (mengembalikan) sehingga inabah berarti pengembalian atau pemulihan, maksudnya proses kembalinya seseorang dari jalan yang menjauhi Allah ke jalan yang mendekat ke Allah. Istilah ini digunakan pula dalam Al-Qur’an yakni dalam Luqman surat ke-31 ayat ke-15, Surat ke-42, Al-Syura ayat ke-10; dan pada surat yang lainnya.

Abah Anom menggunakan nama inabah menjadi metode bagi program rehabilitasi pecandu narkotika, remaja-remaja nakal, dan orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Konsep perawatan korban penyalahgunaan obat serta kenakalan remaja adalah mengembalikan orang dari perilaku yang selalu menentang kehendak Allah atau maksiat, kepada perilaku yang sesuai dengan kehendak Allah atau taat.

Dari sudut pandang tasawuf orang yang sedang mabuk, yang jiwanya sedang goncang dan terganggu, sehingga diperlukan metode pemulihan (inabah). Metode inabah baik secara teoretis maupun praktis didasarkan pada Al-Qur’an, hadits dan ijtihad para ulama, Metode ini mencakup :

Mandi.
Lemahnya kesadaran anak bina akibat mabuk, dapat dipulihkan dengan mandi dan wudlu. Mandi dan wudlu akan mensucikan tubuh dan jiwa sehingga siap untuk 'kembali' menghadap Allah Yang Maha Suci. 
Makna simbolik dari wudlu adalah: mencuci muka, mensucikan bagian tubuh yang mengekspresikan jiwa; mencuci lengan, mensucikan perbuatan; membasuh kepala, mensucikan otak yang mengendalikan seluruh aktifitas tubuh; membasuh kaki, dan mensucikan setiap langkah perbuatan dalam hidup.

Sholat.
Anak bina yang telah di bersihkan atau disucikan melalui proses mandi dan wudlu, akan dituntun untuk melaksanakan sholat fardhu dan sunnah sesuai dengan metode inabah. Tuntunan pelaksanaan sholat fardhu dan sunnah sesuai dengan ajaran islam dan kurikulum ibadah yang dibuat oleh Abah Anom.

Talqin Dzikir.
Anak bina yang telah pulih kesadarannya diajarkan dzikir melalui talqîn dzikr. Talqin dzikir adalah pembelajaran dzikir pada qalbu. Dzikir tidak cukup diajarkan dengan mulut untuk ditirukan dengan mulut pula, melainkan harus dipancarkan dari qalbu untuk dihunjamkan ke dalam qalbu yang di talqin. Yang dapat melakukan talqin dzikir hanyalah orang-orang yang qalbunya sehat (bersih dari syirik) dan kuat (berisi cahaya ilahi).

Pembinaan.
Anak bina ditempatkan pada pondok inabah guna mengikuti program Inabah sepanjang 24 jam. Kurikulum pembinaan ditetapkan oleh Abah Anom mencakup mandi dan wudlu, shalat dan dzikir, serta ibadah lainnya.


Awalnya, ada dua pondok yaitu inabah 1 untuk santri putra dan inabah 2 untuk santri putri. Dalam perkembangannya, pondok Inabah berkembang sampai ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura. Saat ini terdapat 31 inabah, yang 22 diantaranya ada di dalam negeri.

Biasanya, satu panti rehabilitasi menampung 40 hingga 100 orang santri yang datang dari berbagai daerah. Mereka yang mondok diobati hatinya agar kembali ke jalan yang benar dengan zikir dan cara lainnya. Lama pemulihan berkisar antara 40 hari hingga 6 bulan, tergantung tingkat kecanduannya terhadap narkoba. Cara yang digunakan untuk pemulihan dari narkoba yaitu dengan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

Metode yang selama ini di pakai di Inabah, berupa kegiatan bimbingan yang diawali pada pukul 2.00. Saat itu, semua santri yang berada di Inabah harus bangun. Mereka mandi tengah malam. Setelah itu berwudu, lalu salat Tahajud, dan salat sunah lainnya.

Setelah salat sunah, mereka semua membaca doa-doa dan berzikir untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Kegiatan itu berlangsung hingga salat subuh. Kemudian kegiatan pagi, membaca Alquran, lalu makan dan berolah raga. Pukul 9.00, santri harus salat Duha, lalu berdoa secara khusus.

Kegiatan siang hari biasanya diisi sesuai minat, ada yang bermain bola, memberi pakan ikan, dan lainnya sebagai pengusir rasa jenuh. Memasuki Zuhur, mereka kembali salat dan berzikir serta menghapal doa-doa.

Kegiatan magrib setelah salat, bimbingan khusus dari pimpinan Inabah berupa ceramah, dialog, atau lainnya. Dilanjutkan dengan membaca Alquran dan hapalan doa-doa sampai pukul 21.00. Setelah itu, santri dapat beristirahat karena pada pukul 2.00 mereka akan dibangunkan untuk melakukan Tahajud bersama.

Sebenarnya mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Sebagian besar korban narkoba adalah karena pergaulan dan pengaruh lingkungan. Maka, orang tua harus benar-benar memantau perkembangan dan lingkungan tempat anak-anak bergaul. Ada beberapa ciri anak-anak atau remaja yang mulai kecanduan narkotika, diantaranya sering pulang malam dan lebih banyak mengurung diri di kamar, mulai berbohong pada orang tua dan matanya merah serta layu.

1 comment:

  1. kita juga punya nih jurnal mengenai Narkotika silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/3203/1/PESAT%202005%20_psikologi_014.pdf

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.