Thursday, February 14, 2013

Benarkah Sprindik Bocor?

KPK harus semakin memperkuat diri dan menunjukkan profesionalisme kerja.



Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi sorotan publik terkait beredarnya dokumen yang diduga surat perintah penyidikan (sprindik) atas nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Situasi sulit yang dihadapi KPK ini sangat kental dengan aroma politis sehingga menempatkan KPK pada situasi tersandera.

Dokumen yang diduga sprindik, yang hanya ditanda tangani tiga pimpinan KPK, yakni Abraham Samad, Zulkarnain, dan Adnan Pandu Praja telah tersebar di media sejak Jumat (8 Februari 2013). Dalam dokumen yang diduga sprindik itu tertulis bahwa KPK telah mengeluarkan penyidikan kasus Hambalang atas tersangka Anas Urbaningrum selaku anggota DPR periode 2009 - 2014. Anas Urbaningrum dijerat pasal penyuapan, yakni Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.  

KPK kini sedang mengusut bocornya sprindik itu karena berpotensi menghambat proses penyelidikan dan penyidikan di KPK. Juru Bicara KPK Johan Budi menegaskan, tidak ada sprindik atas nama Anas Urbaningrum yang dikeluarkan oleh lembaganya. Apabila pembocor sprindik itu berasal dari internal KPK, maka ia akan terkena sanksi karena melanggar kode etik.

KPK kembali diuji apakah eksistensi lembaga antirasuah itu benar-benar independen atau seperti yang dikhawatirkan banyak pihak selama ini, juga tidak lepas dari intervensi kelompok-kelompok kepentingan tertentu. Menurut anggota Komisi III Fraksi PPP Ahmad Yani, harus segera dilakukan audit sebagai parameter apakah KPK melakukan kerjanya secara maksimal dan terlepas dari kepentingan manapun.

KPK hingga saat  ini masih mendapat kepercayaan publik, sebagai lembaga yang sangat sepesifik karena dipimpin figur-figur khusus yang independen, berintegritas, dan teruji moralnya. Sebagai garda terdepan perbaikan kehidupan berbangsa negeri ini, KPK harus semakin memperkuat diri dan menunjukkan profesionalisme kerja. Jangan ada lagi kesan seolah-olah ada ketidakompakan di jajaran pimpinan KPK secara kolegial.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.