Saturday, March 9, 2013

Bangau Bluwok Semakin Terancam Punah

Kini bangau bluwok semakin banyak melayang tinggi di angkasa akibat penyusutan lahan basah.


Badan Konservasi Dunia IUCN (International Union for Consevation of Nature, telah menetapkan bangau bluwo ke dalam status rentan dan digolongkan terancam punah secara global. Status ini tercantum dalam Appensiks I CITER (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), artinya secara internasional tidak boleh diperdagangkan. 

Populasi burung bangau bluwok (Mycteria cinerea) semakin terancam karena menyusutnya luasan lahan basah di Indonesia. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa, bangau bluwok ini termasuk satwa yang dilindungi.

Bangau bluwok hanya bisa hidup di lahan basah, merupakan burung air yang populasinya relatif sedikit dengan perkembang biakan lambat. Habitat burung ini adalah daerah berlumpur dan rawa, ia tidak bisa pindah ke sembarang tempat karena hidupnya memang tergantung pada lahan basah. Di daerah peralihan antara daratan dengan perairan yang tanahnya selalu digenangi air ini ia mencari ikan atau binatang kecil sambil berjalan perlahan.

Bird Conservation Officer Burung Indonesia, Dwi Mulyawati, menaksir populasi global bangau bluwok dewasa saat ini hanya sekitar 3.300 ekor. Jumlah taksiran untuk Sumatera sekitar 1.450 ekor, sedangkan di Jawa hanya 400 ekor. Kemudian di Malaysia 10 ekor dan di Kamboja antara 20-30 ekor. (PR, 6 Maret 2013).

Di Indonesia bangau bluwok hanya menyebar di Sumatera, Jawa, Bali, Sumbawa, dan Sulawesi. Koloni berbiak burung berukuran 92 cm ini pernah diketahui berada di pesisir timur Sumatera Selatan dan Pulau Rambut. Di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak ada tanda berbiak, sementara statusnya di Sulawesi dan Sumbawa, tidak diketahui dengan pasti. Diduga hanya sebagai pengunjung tidak tetap Sumbawa dan berbiak di Sulawesi.

Kebiasaan bangau bluwok adalah hidup sendiri atau dalam kelompok kecil dekat pantai, sering bergabung dengan cangak dan jenis bangau lain. Ciri utama bangau bluwok adalah kulit muka tanpa bulu berwarna merah jambu hingga merah. 

Kini bangau bluwok semakin banyak melayang tinggi di angkasa akibat penyusutan lahan basah. Seharusnya pembangunan dan pengelolaan lingkungan memperhatikan kelestarian lingkungan, tidak hanya memandang alih fungsi lahan basah dari segi ekonomi saja.

BACA JUGA :
Pentingnya Menggali Potensi Anak Sejak Dini
Pesta Demokrasi Untuk Siapa?
Mengapa Calon Gubernur Bank Indonesia Ditolak?
Bagaimana Menjadi Pemimpin Bermoral?
Mengurai Benang Kusut Kasus Bank Century
Wisata Ziarah ke Gunung Sinai
Waspadai Kondisi Rem Kendaraan
Benarkah Partai Politik Mesin Uang?

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.