Wednesday, March 13, 2013

Siapa Calon Presiden 2014?

Partai politik, idealnya harus sudah mempunyai calonnya sendiri.



Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2014 yang masih menyisakan waktu satu tahun dan kurang beberapa bulan lagi semestinya dimanfaatkan oleh partai politik yang idealnya sudah mempunyai calon untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas. Namun, sampai saat ini masih banyak partai politik yang hanya diam menunggu dan mengindikasikan partai politik tersebut belum mempunyai calon dengan alasan masih menjaring calon legislatif, masih mencari waktu yang tepat, terlihat masih ragu dan baru sebatas wacana.

Penyebutan nama calon presiden untuk menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) baru dilakukan oleh Partai Golongan Karya (Golkar), yang sudah mendeklarasikan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden. Partai politik lain sepertinya masih malu-malu atau cenderung menunggu hasil pemilihan umum legislatif (pileg). 

Partai politik, idealnya harus sudah mempunyai calonnya sendiri yang sejak jauh-jauh hari diperkenalkan kepada masyarakat. Dengan adanya calon yang diusung sejak awal, masyarakat diajak berkomunikasi dua arah guna mencari yang terbaik. Jika partai politik masih juga belum mempunyai calon presiden, berarti partai politik tersebut belum menjalankan fungsi dan perannya dalam perekrutan calon pemimpin.

Presiden SBY mempersilakan siapapun yang ingin maju menjadi calon presiden untuk turun ke rakyat. Siapa pun calon presiden yang akan diusung oleh partai politik tentu sudah berdasarkan pembahasan di tingkat internal dan merupakan figur yang legitimate. Jika mekanisme internal ini dijalankan, tidak mustahil akan muncul figur baru yang lebih segar dan muda. 

Meski belum ada deklarasi, wacana calon presiden mulai disebut-sebut, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan mengusung Prabowo Subianto, Partai Amanat Nasional (PAN) akan mencalonkan ketua umumnya Hatta Rajasa, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masih memantau sejumlah figur, seperti Rhoma Irama, pendangdut yang siap maju ke ajang pilpres. 

2 comments:

  1. Siapapun calon presidennya seharusnya bekerja demi kepentingan rakyat, siap tidak di gaji, siap meninggalkan atribut partai dan segala kepentingan kelompoknya untuk mendedikasikan seluruh jiwa raganya demi kesejahteraan bangsa dan negara. Apabila kondisi negara terus-terusan begini dikhawatirkan akan bermunculan gerakan-gerakan bawah tanah yang sudah muak dan kemudian beraksi brutal.
    Para petinggi di negara ini sangat terlalu pragmatis, bertele-tele, sangat terlalu berhati-hati karena ketakutan kehilangan kekuasaan. MUNAFIK.

    Salam kenal pak...

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.