Sunday, March 31, 2013

Replika Checkpoint Charlie

 Pintu perbatasan Jerman Barat dan Jerman Timur yang dibatasi tembok Berlin.



Berlin, ibu kota Jerman, masuk pada 50 besar kota turisme terbaik, meski bukan kota teramah bagi turis asing. Pos Checkpoint Charlie di puing-puing tembok Berlin adalah salah satu objek wisata andalan dengan daya tarik tersendiri yang ditawarkan pada wisatawan. Ketika tembok Berlin masih berdiri, Checkpoint Charlie adalah salah satu pintu masuk ke sektor Amerika.

Jejak-jejak peninggalan Amerika di sudut persimpangan jalan antara Jalan Zimmerstraße dan Friedrichstraße masih dapat dijumpai. Ada papan pengumuman yang ditulis dalam empat bahasa, Inggris, Rusia, Prancis dan Jerman, " Ini adalah perbatasan Amerika, penggunaan senjata saat tak bertugas dilarang. Patuhilah peraturan lalu lintas", ada juga gambar tentara Amerika yang menghiasi tiang-tiang listrik. 

Checkpoint Charlie, sampai kini masih aktif dan dijaga petugas berseragam tentara. Hanya mereka tidak lagi berdinas sebagai militer, melainkan termasuk pada bagian promosi pariwisata Berlin di kawasan bekas titik ketegangan Jerman Barat dan Jerman Timur itu.

Checkpoint Charlie dibangun pada 1961, menjadi salah satu dari tujuh pintu perbatasan Jerman Barat dan Jerman Timur yang dibatasi tembok Berlin. Tembok Berlin dibangun untuk memisahkan wilayah Jerman yang memiliki paham berbeda. Jerman Barat menganut paham liberal dengan sokongan tiga sekutunya, Prancis, Inggris dan Amerika Serikat. Jerman Timur berpaham sosialis, dengan dukungan negara komunis Uni Soviet (Rusia) dan sekutunya.

Ketegangan pertama di Checkpoint Charlie terjadi pada 22 Oktober 1961, ketika diplomat AS diperiksa tentara Jerman Timur saat ingin menonton opera. Lima hari kemudian, tank dari kedua pihak bersiap 100 meter dari perbatasan. Ketegangan ini mereda setelah terjadi pembicaraan antara Robert F. Kennedy, pengacara militer AS, dan Georgi Bolshakov, agen rahasia Uni Soviet, KGB.

Ketegangan berikutnya menyusul setelah kematian Peter Fechter, remaja Jerman Timur, pada 17 Agustus 1962 yang tewas ditembak tentara Uni Soviet saat mencoba kabur ke Jerman Barat melalui Checkpoint Charlie menarik perhatian dunia. Tentara AS tidak dapat berbuat apa-apa karena saat itu si remaja masih berada di daerah kekuasaan Soviet. Jasad Peter dibiarkan tergeletak di pagar kawat selama satu jam karena tentara Soviet takut ditembak tentara sekutu jika mendekat ke perbatasan. Setelah peristiwa ini, warga Amerika yang berdomisili di Jerman menggelar demonstrasi atas tindakan keji Uni Soviet dan Jerman Timur, serta pembiaran yang dilakukan Jerman Barat.

Tembok Berlin dan pos-pos checkpoint diruntuhkan pada 1989 menyusul kesepakatan politik kedua belah pihak, dan setahun kemudian, pada Oktober 1990, fungsi pintu masuk ke Jerman Barat maupun ke Jerman Timur dihilangkan menyusul penggabungan pemerintah Jerman. Sepuluh tahun setelah dihapuskan, Allied Museum membangun replika checkpoint yang kini menjadi favorit kunjungan wisatawan bila berada di Berlin. 

Hanya di Checkpoint Charlie, Anda akan diajak berfoto bersama oleh petugas berseragam tentara yang selalu membawa bendera Amerika. Kemudian dengan sedikit biaya tambahan, Anda bisa meminta stempel visa "Checkpoint Charlie".

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.