Monday, March 25, 2013

Memahami Anak Down Syndrome

Anak down syndrome memiliki keterbatasan berkomunikasi.




Anak down syndrome memiliki keterbatasan berkomunikasi, meski lambat menangkap apa yang kita katakan janganlah dianggap mereka tidak tahu apa-apa. Pengetahuan mengenai hal ini dapat membuat orangtua menerima anak sejak awal, karena tiga tahun pertama kehidupan anak merupakan masa yang menentukan masa berikutnya. 

Down syndrome merupakan satu kumpulan gejala yang terlihat pada anak akibat adanya kromosom yang berlebihan. Pada kondisi normal,  bayi dilahirkan dengan jumlah kromosom 46. Namun, penderita down syndrome memiliki 47. Terjadi kelebihan pada kromosom 21.

Menurut Prof Dr dr Dadang Sjarif, SpA(K), Kepala Subdivisi Perinatologi Ilmu Kesehatan Anak (IKA), Rumah Sakit Hasan Sadikin, down syndrome terjadi pada proses pembuahan (bersatunya seperma dan sel telur). Pada saat pembelahan, terjadi kesalahan sehinga ada beberapa risiko untuk menjadi down syndrome. Akibatnya, terjadi morfologi yang berlainan dengan kromosom biasanya.

Ibu hamil pada usia di atas 35 tahun (dan pada saat konsepsi suami berusia 55 tahun) berisiko memiliki anak down syndrome. Diperkirakan, terjadi perubahan hormonal yang menyebabkan translokasi kromosom 21 dan 15. 

Down syndrome bukan penyakit keturunan dan tidak menular. Namun, karena ketidaktahuan, penderita down syndrome dijauhi, bahkan dikucilkan oleh teman sebayanya. Padahal, seperti anak lainnya, penderita down syndrome membutuhkan rasa nyaman dan penerimaan orang dari lain. 


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.