Saturday, March 30, 2013

Festival Helaran Untuk Siapa?

Festival Helaran menyajikan berbagai kesenian Sunda.



Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sukabumi ke 99, Pemerintah Kota Sukabumi menggelar kirab budaya atau Festival Helaran pada 29 Maret 2013. Kegiatan ini diikuti oleh 33 sanggar dari 33 kelurahan dengan mempertontonkan kebudayaan asli daerah.

Tidak seperti tahun sebelumnya, Festival Helaran yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Kota Sukabumi kali ini jauh dari hingar bingar kehadiran penonton. Sepertinya Festival Helaran hanya konsumsi sederet undangan yang terdiri dari pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi saja. 

Semestinya Festival Helaran menjadi agenda tahunan yang sangat dinanti oleh warga Sukabumi. Fakta, bahwa ternyata kegiatan Festival Helaran hanya sebatas kegiatan seremonial dan belum mampu mengisi kerinduan warga terhadap kesenian daerah. 

Festival Helaran menyajikan berbagai kesenian Sunda, mulai dari beberapa kesenian Sunda dengan tema kaulinan barudak (permainan anak ; oray-orayan, hahayaman), sampai kesenian buhun yang jarang ditampilkan di depan umum, seperti tutunggulan, dongdang, ketuk tilu Sukabumian, hingga tarian goong kabuyutan (goong bende).

Pemerintah Kota Sukabumi, tidak cukup hanya dengan menyediakan ajang Festival Helaran sebagai wadah bagi warga Kota Sukabumi khususnya seniman untuk sekedar menunjukkan kebolehan dan kepiawaiannya dalam berkesenian. Generasi muda Kota Sukabumi merindukan tempat berolah seni, sebagai tempat untuk mempelajari seni tradisional dan ikut melestarikannya. 

Sebagaimana diatur dalam penjelasan UUD 1945, bahwa setiap daerah harus melestarikan kebudayaan asli masing-masing, maka Kota Sukabumi tetap menjaga kelestarian kesenian Sunda. Sayangnya, sampai kini tak ada gedung kesenian di Kota Sukabumi.


Dirgahayu Kota Sukabumi Ke 99


Sumber photo : www.wisatanews.com

BACA JUGA :
Isu Kudeta dan Bakti Sosial
Potensi Ekonomi Bambu
Sawah Apung di Lahan Rawan Banjir
Gatot Kaca dan Mitos Prasejarah
Memahami Anak Down Syndrome
Mengapa Harus Buat Provinsi Baru?
Dinasti Politik di Indonesia

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.