Sunday, March 10, 2013

Ketika Gelar Doktor Dipertanyakan

Mendapatkan ilmu adalah hak setiap warga negara .



Gelar doktor adalah gelar tertinggi bidang akademik di perguruan tinggi sehingga  penyandang gelar ini layak dijuluki pakar oleh publik sesuai dengan bidang yang ditekuninya. Gelar doktor diperoleh seseorang melalui sebuah proses yang padat meski relatif sebentar, namun harus memenuhi kompetensi melalui ujian prakualifikasi, dimana akan diuji mengenai metodologi penelititan, dari mulai permasalahan sampai didapat hipotesis sebagai jawaban sementara dan diakhiri dengan penelitian yang terkadang memakan waktu dari beberapa bulan sampai beberapa tahun.

Saat ini, hampir separuh pejabat publik di Indonesia  bergelar doktor, seperti bupati, walikota, sekda, dan banyak pejabat lainnya. Hal yang menjadi janggal di mata publik adalah beberapa pejabat memperoleh gelar doktor ketika mereka masih menjabat, bahkan beberapa pejabat mendapatkan gelar sarjananya dari universitas yang belum jelas identitasnya. 

Mendapatkan ilmu adalah hak setiap warga negara sebagaimana dijamin oleh undang-undang. Namun, mendapatkan gelar tertinggi di bidang akademis tentu tidak semudah yang diduga semua orang saat ini. Apalagi bagi seorang pejabat publik yang semestinya melayani masyarakat malah mengikuti pendidikan sekelas S-3.

Terkait gelar doktor yang telah mereka raih, muncul sederet pertanyaan, benarkah cara mendapatkannya? Benarkah prosedur yang mereka tempuh? Layakkah disertasi mereka untuk mendapatkannya? Tahukah mereka tentang filsafat ilmu? Jujurkah mereka tentang kekuatan disertasi yang berdasarkan kaidah "FINER", feasible, interesting, morality, ethic, dan relevant?

Kesan mudah memperoleh gelar doktor di negeri ini berdampak lunturnya kharisma ilmuwan-ilmuwan bermutu, dan kesempatan ini telah dimanfaatkan oleh beberapa oknum yang mengejar titel demi keuntungan politik dan kedudukan. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera mengevaluasi dan menilai penyelenggara pendidikan S-3 di manapun di negeri ini, untuk mengetahui persyaratan baik staf pengajar maupun syarat lain peserta didiknya.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.