Sunday, March 3, 2013

Wisata Ziarah ke Gunung Sinai

Tempat Nabi Musa menerima "Sepuluh Perintah Allah" (The Ten Commandement).



Gunung Sinai di Semenanjung Sinai, Mesir, dipercaya sebagai tempat Nabi Musa menerima wahyu yang kemudian dikenal dengan sebutan "Sepuluh Perintah Allah" (The Ten Commandement). Gunung Sinai disebut  juga Tursina atau Jabal Musa, kini menjadi salah satu tujuan wisata penting di Mesir, selain Piramid, Spinx, dan tempat-tempat lain yang berkaitan dengan sejarah agama Yahudi, Nasrani, dan Islam.

Pada perang bulan Juni 1967, Israel merebut semenanjung Sinai dari Mesir dan dijadikan zona militer sampai Mesir berhasil merebutnya kembali pada perang Oktober 1973. Melalui perjanjian Camp David (1979) yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter, diputuskan, seluruh Semenanjung Sinai kembali menjadi milik Mesir, sebagai imbalan Mesir mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik resmi dengan negara Zionis Yahudi itu.

Perjalanan menuju Gunung Sinai dari Ismailia yang terletak di sisi terusan Suez bagian utara hanya menggunakan transportasi darat berupa bus pariwisata. Para wisatawan diajak menempuh perjalanan kurang lebih 1.600 km dengan waktu tempuh 8 - 10 jam, menyusuri padang pasir ke arah selatan. Mengingat cuaca dan dan udara panas, kebanyakan perjalanan wisata dilakukan malam hari. Berangkat dari Ismailia, lewat penyeberangan Suez, kira-kira pukul 20.00 dan akan tiba di kaki Gunung Sinai, dini hari atau subuh.

Di kaki Gunung Sinai, tidak ada pemukiman penduduk. Terdapat satu bangunan kuno yang besar dan kokoh yaitu Biara St. Catherina yang konon dibangun pada tahun 530 Masehi oleh Kaisar Romawi Yustianus I. Biara ini sekarang, selain tempat ibadah kaum Nasrani, berfungsi juga sebagai penginapan para turis yang berziarah ke Gunung Sinai.

Tinggi Gunung Sinai kurang lebih 2500 meter di atas permukaan laut. Memiliki dua puncak besar, yang tinggi disebut Rasus Safsafah dan yang lebih rendah Jabal Musa. Meski mayoritas ahli sejarah Injil mempercayai puncak Jabal Musa sebagai tempat turunnya Sepuluh Perintah, namun sebagian lagi lebih percaya kalau wahyu itu turun di Rasus Safsafah karena lokasinya lebih tinggi.

Mendaki Gunung Sinai memerlukan persiapan fisik dan mental yang prima. Jalan yang ditempuh selain sangat curam, kecil, penuh batu dengan  posisi rata-rata tegak lurus. Jalurnya mirip dengan jalur pendakian ke Gua Hira, Mekah, Arab Saudi, tempat Nabi Muhammad saw menerima wahyu pertama Alquran dari Allah swt melalyu Malaikat Jibril.

Puncak Rasus Safsafah lebih sulit lagi dicapai karena letaknya lebih tinggi dari puncak Sinai sehingga tidak begitu banyak dikunjungi wisatawan. Dari puncak Sinai, keindahan pemandangan di arah timur adalah bentangan pasir Gurun Sinai, arah selatan adalah Semenanjung Sinai dengan kota wisata elite Sharm esh Sheik dan samar-samar biru putih Laut Arab sebagai batas.

BACA JUGA :
Gunung Sinai
Waspadai Kondisi Rem Kendaraan
Benarkah Partai Politik Mesin Uang?
Mengapa KPK Tidak Menahan Tersangka?
Poligami Bukan Inti Ajaran Islam
Langkah Penting Sebelum Membeli Properti
Siapa Pemenang Pilkada Jawa Barat?
Siapa Kelompok Golongan Putih?
Mencari Pemimpin Prorakyat Bagai Beli Kucing Dalam...

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.