Sunday, March 17, 2013

Penyebab Hilangnya Kesejahteraan Spiritual

Baru di abad ini orang rela terpanggang berjam-jam dalam kabin kendaraan di jalan raya.



Demi menghindari kemacetan lalu lintas agar bisa sampai sampai di tempat pekerjaan tepat waktu, banyak pengguna jalan  rela menempuh perjalanan Bandung - Jakarta atau sebaliknya sejak pukul tiga dini hari ketika sebagian besar anggota keluarga masih tertidur lelap. Kemudian, mereka kembali menempuh rute yang sama pada pukul sembilan malam demi bisa pulang ke rumah. Tiba di rumah, sebagian besar anggota keluarga mungkin juga sudah tertidur.

Kesempatan untuk berkumpul secara utuh dalam keluarga menjadi demikian langka dan mahal. Komunikasi dengan sesama anggota keluarga memang masih terjaga berkat bantuan telepon genggam. Namun, karena kesibukan pekerjaan yang menyita waktu, kadang telepon genggam pun tidak berfungsi sebagai alat komunikasi. 

Kehadiran telepon genggam sebagai alat komunikasi yang awalnya hanya bisa untuk berbicara, ditingkatkan kemampuannya dengan bisa mengirim pesan tertulis. Bahkan pada generasi terkini telepon genggam sudah berubah layaknya komputer dalam genggaman yang bisa menjalankan berbagai aktivitas, lengkap dengan multi media, aneka game, dan jejaring sosial yang selalu terkoneksi dengan internet.

Dampak alat komunikasi yang semakin canggih itu, ternyata tidak selalu baik. Setiap anggota keluarga menjadi selalu terikat dengan telepon genggamnya, bahkan ketika seluruh anggota keluarga itu berkumpul saling berhadapan. Anehnya, mereka tidak saling berkomunikasi dengan orang yang berada di hadapannya, namun dengan seorang yang entah berada di belahan bumi yang mana.

Bisa saja kesempatan sebuah keluarga untuk berkumpul, jalan bersama untuk makan di luar rumah atau pergi ke tempat rekreasi itu ditujukan untuk menggantikan kesempatan berkumpul yang hilang karena kesibukan belajar anak-anak dan pekerjaan para orang tua. Dan semestinya kesempatan seperti itu juga mampu menggantikan kesempatan yang hilang yaitu putusnya komunikasi di antara seluruh anggota keluarga. Fakta yang terjadi, semua mata tertuju pada layar telepon genggam masing-masing dan jari-jari selalu sibuk memijit tombol qwerty.  

Seperti itukah gambaran keluarga dalam etos kerja di zaman moderen? Aulia Wijiasih, dari Pertamina Foundation dalam sebuah Training for Trainers bagi Guru Sekolah Sobat Bumi - Education for Sustainable Develpomnet (ESD) di SMKN 3 Sukabumi menyebutnya fenomena "hilangnya kesejahteraan spiritual". Selanjutnya ia menegaskan, bila demikian tujuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan tidak tercapai. Secara visual ia memperlihatkan perbandingan photo kawasan Tugu - Puncak pada tahun 70-an yang lengang dan asri dengan  situasi sekarang yang macet, kawasan Jakarta di masa dulu dengan jalan raya yang lengang dengan jalan layang, jalur cepat, dan jalan tol, kemudian suasana di Surabaya dan Yogyakarta yang juga tidak jauh berbeda.  

Eksploitasi alam yang berlebihan, infrastruktur jalan yang tidak tertata dan berdampak pada kemacetan lalu lintas, merampas kebahagiaan selama berada di jalan raya karena pemandangan di sepanjang jalan yang nampak adalah pemandangan gunung-gunung yang tinggal sebelah setelah penggalian dan pengerukan, deretan perumahan penduduk dan pabrik-pabrik. 

Macet dimana-mana, baru di abad ini orang rela terpanggang berjam-jam dalam kabin kendaraan di jalan raya sambil menghabiskan bahan bakar fosil dengan sia-sia. Pemandangan sepanjang jalan sangat melelahkan hati sehingga menimbulkan stress yang mau tidak mau akan terbawa ke tempat kerja atau saat pulang ke rumah yang pada akhirnya menurunkan produktivitas.  

Mari kembali kepada hati nurani kita, pembangunan seperti apa yang kita idamkan? Semoga kita bisa mewariskan planet bumi menjadi hunian yang layak di masa datang bagi anak cucu. Semoga,  Amin YRA...


BACA JUGA :
Mengapa Menghindari Pajak?
Mengapa Perlu Sekolah Sobat Bumi?
Belajar Soal Perempuan dari Kerala dan Finlandia
Siapa Calon Presiden 2014?
Kapan Harus Minum Obat Kuat?
Tidak Ada Masalah antara TNI dan POLRI?
Ketika Gelar Doktor Dipertanyakan
Bangau Bluwok Semakin Terancam Punah
Pentingnya Menggali Potensi Anak Sejak Dini

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.