Tuesday, March 26, 2013

Gatot Kaca dan Mitos Prasejarah

Sosok tokoh yang berhasil menaklukkan naga itu adalah Gatot Kaca yang masih berusia bayi.




Berdasarkan penelitian Masyarakat Arkeologi Indonesia (Mari), terdapat serangkaian lukisan yang diperkirakan mitos pada masa pra sejarah di permukaan batu menhir yang dapat dilihat di bukit Gunung Pojok Tilu, Desa Banjaran, Desa Karangkancana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 

Menurut Dr Ali Akbar, Dosen Fakultas Pengetahuan Budaya Jurusan Arkeologi Universitas Indonesia (UI), dari beberapa gambar yang terukir pada batu menhir itu, melukiskan sebuah mitos serangan kekuatan jahat dari bawah bumi yang ditaklukkan orang sakti.

Serangan jahat dari dunia bawah berdasarkan mitologi, terukir pada batu berupa ular naga. Ketika naga itu muncul ke permukaan bumi untuk melakukan aksi kejahatan di permukaan bumi, berhasil ditaklukkan oleh sesosok berilmu tinggi. Berdasarkan referensi mitologi cerita pewayangan, sosok tokoh yang berhasil menaklukkan naga itu adalah Gatot Kaca yang masih berusia bayi.

Lukisan pada tiga sisi batu menhir, satu sisi di antaranya berisi ukiran gambar naga yang baru setengah badan muncul ke permukaan bumi. Pada sisi berikutnya jika dilihat searah perputaran jarum jam, berisi gambar utuh seekor naga yang ekornya sedang dipegang erat sesosok manusia membawa senjata tajam mirip kudi, cikal bakal kujang. Kemudian pada sisi berikutnya berisi gambar yang menyerupai gegunungan seperti yang biasa ditampilkan pada kesenian wayang kulit atau wayang golek.

Gambar yang menyerupai gegunungan, berdasarkan pengamatan sementara tim Mari, membentuk gambar gunung yang sedang meletus, atau sebuah gegunungan disangga oleh dua orang. Satu orang di antaranya seperti menggambarkan tokoh Semar pada cerita wayang.

Penelitian misteri menhir yang terdapat di situs baru bertulis di puncak bukit Gunung Pojok Tilu masih terus dilakukan, termasuk meneliti usia tanah dan menghimpun sejumlah keterangan dari sejumlah budayawan. Terkait adanya penelitian arkeologi tersebut, H Aang Hamid Suganda, Bupati Kuningan, menghimbau pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk membantu menjaga keutuhan batu tersebut. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.