Thursday, March 7, 2013

Pesta Demokrasi Untuk Siapa?

Penyelenggaraan pemilu bertujuan memperoleh pemimpin yang benar-benar didukung.



Pesta demokrasi seharusnya menjadi puncak kebebasan dalam mengemukakan pendapat dan menentukan pilihan. Namun, akibat kepercayaan terhadap partai politik dan figur terus menurun maka rakyat sebagai pemilih terlihat tidak lagi antusias dan semakin apatis terhadap demokrasi yang sudah dibangun dengan susah payah selama ini.

Kemenangan pasangan Ahmad Heryawan - Deddy Mizwar menjadi pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013 - 2018, bukan kemenangan telak, karena hanya mendapat dukungan suara sekitar 20 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 32.536.980 orang. Pasangan ini meraih angka dibawah golongan putih (golput) atau pemilih yang tidak memilih sebesar 11.823.201 atau sekitar 36,3 persen. 

Sangat memprihatinkan, besarnya jumlah golput lebih besar dibandingkan dengan jumlah pemilih dari pemenang dalam Pilkada Jabar yang baru lalu. Besarnya angka golput ini seharusnya menjadi peringatan bagi partai politik, karena terjadi pergeseran perilaku pemilih dimana pemilih tidak hanya menentukan pilihannya berdasarkan identifikasi kepartaian, melainkan juga menggunakan isu dan performa kandidat sebagai referensi pilihannya. Loyalitas partai bergeser akibat ketidakpercayaan (distrust) kepada partai dan figur calon dengan melakukan nonvoting (golput) dan protest voting, dengan memilih figur-figur alternatif.

Kemenangan golput menjadi catatan penting bukan karena akan menghadapi Pemilu 2014, namun juga karena secara substansial menyiratkan hukuman untuk partai politik yang banyak terlibat kasus korupsi. Partai politik harus meningkatkan fungsinya secara optimal dalam pendidikan pemilihan umum (pemilu), untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap hal-hal yang berkaitan dengan parpol seperti pemilihan gubernur (pilgub), pemilihan presiden (pilpres), dan pemilihan anggota legislatif (pileg). 

Penyelenggaraan pemilu sejatinya bertujuan memperoleh pemimpin yang benar-benar didukung sebagian besar rakyat sebagai pemilih agar seluruh program yang dilaksanakan juga mendapat dukungan. Sebagus apapun program yang digulirkan jika tidak mendapat dukungan menjadi tidak berguna, walau program itu bertujuan baik dan berguna bagi masyarakat. 

Partai politik sudah saatnya kembali kepada tujuannya semula, yaitu mencari calon pemimpin rakyat. Selama ini euforia demokrasi kita telah menempatkan calon pemimpin rakyat yang mencari parpol sebagai kendaraan. Atmosfer keterbukaan yang lebar membuat rakyat semakin paham, siapa yang serius dan siapa yang memainkan kekuasaan.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.