Monday, March 11, 2013

Tidak Ada Masalah antara TNI dan POLRI?

Benarkah penyebabnya adalah kecemburuan dan kesenjangan kesejahteraan?



Konflik antar dua aparat keamanan, TNI dan POLRI, yang terjadi pekan lalu di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, selain menorehkan luka dan duka yang dalam juga dikhawatirkan akan meledak di daerah-daerah lain. Dinas Penerangan Tentara Nasional Indonesia menyebutkan, sebanyak 30 anggota TNI dari YON Armed 15 diduga melakukan penyerangan dan pembakaran Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Ogan Komering Ulu.

Harus diakui bahwa bentrokan antara TNI dan POLRI sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, jauh sebelum mereka berintegrasi di tahun 1969 dan berpisah 30 tahun kemudian. Meski TNI dan POLRI telah melakukan reformasi di tubuh masing-masing, namun aparat kedua instansi itu mudah sekali bersinggungan untuk hal-hal yang kurang penting. Apakah karena masing-masing merasa paling berkuasa dan sama-sama memiliki kewenangan untuk memegang senjata? 

Selama ini, solidaritas korps yang salah arah membuat aparat di tingkat bawah menjadi jemawa. Kemudian atas nama korps, jalan kekerasan sebagai solusi sering menjadi pilihan pertama, akibatnya warga yang seharusnya mendapat pengayoman sering ikut menjadi korban. 

Meski lewat televisi dan surat kabar, Panglima TNI dan Kapolri sudah menyatakan tidak ada masalah di antara dua instansi, namun akar persoalan belumlah tercabut dan bentrok keduanya bisa saja terulang di masa depan. Namun bagaimana mungkin mencabut akar permasalahan itu bila kedua instansi tersebut tidak merasa atau bahkan tidak tahu ada masalah diantara mereka? 

Menurut analisis dan sejumlah kalangan sudah melontarkan pendapat bahwa penyebabnya adalah kecemburuan dan kesenjangan kesejahteraan. Karena hal ini baru sebatas dugaan, maka pemerintah semestinya bisa meminta bantuan lembaga independen melakukan penelitian dan survei dengan responden yang melibatkan ribuan prajurit dan polisi dari berbagai pangkat dan golongan. Penelitian bukan saja dengan membandingkan kehidupan responden, namun juga dengan wawancara secara mendalam dari berbagai aspek dan disiplin  ilmu.

Semoga, sumber masalah segera terungkap dan terselesaikan agar rakyat dapat hidup tentram dalam pengayoman mereka. Ataukah rakyat hanya boleh berharap saja?

BACA JUGA :
Ketika Gelar Doktor Dipertanyakan
Bangau Bluwok Semakin Terancam Punah
Pentingnya Menggali Potensi Anak Sejak Dini
Pesta Demokrasi Untuk Siapa?
Bagaimana Menjadi Pemimpin Bermoral?
Mengurai Benang Kusut Kasus Bank Century
Wisata Ziarah ke Gunung Sinai
Waspadai Kondisi Rem Kendaraan
Benarkah Partai Politik Mesin Uang?

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.