Sunday, April 7, 2013

Anak Jalanan Tanggung Jawab Siapa?

Keberlangsungan suatu bangsa terletak pada bagaimana kualitas anak-anak.



Persoalan anak jalanan adalah kemiskinan, karena mereka berasal dari keluarga miskin. Mereka turun ke jalanan dalam rangka membantu orang tua mereka yang miskin. Jadi, inti persoalannya adalah kemiskinan di keluarga yang harus diatasi dengan bantuan ekonomi. 

Berdasarkan data Dinas Sosial pada 2011, jumlah anak jalanan di Jawa Barat mencapai 4.951 anak di 14 kabupaten dan kota. Sebagai upaya menjadikan Jawa Barat sebagai contoh penanganan anak jalanan, pada Oktober 2012, Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri mencanangkan Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, bebas anak jalanan sebagai upaya terpadu, terarah, dan berkesinambungan untuk mewujudkan Indonesia Bebas Anak Jalanan 2014.

Kita menyadari bahwa keberlangsungan suatu bangsa terletak pada bagaimana kualitas anak-anak sebagai generasi pelanjut, oleh karena itu pemenuhan hak-hak anak merupakan keniscayaan dalam segenap aktivitas berbangsa dan bernegara. Namun terdapat fakta yang tak dapat dikesampingkan bahwa perlakuan  ideal negara serta pemenuhan hak anak hanya milik negara-negara maju.

Harkristuti Harkrisnowo, pengamat sosial, mengemukakan bahwa pada masa kini kedudukan dan hak anak dilihat dari perspektif yuridis masih jauh dari apa yang seharusnya mereka dapatkan. Hak-hak yang berkenaan dengan hukum perdata, hukum pidana, ketenagakerjaan, kesehatan, kesejahteraan sosial, dan juga pendidikan belum memadai untuk memberikan perlindungan khusus bagi anak-anak. 

Di banyak negara berkembang, potret keseharian anak-anak lebih mempresentasikan potret kehidupan yang buram, mengenaskan, bahkan teramat menyedihkan. Tanggung jawab orang tua, masyarakat, dan negara sangat minim aksi karena hanya berupa jargon semata. Anak-anak tumbuh dengan masa keceriaan yang terampas oleh kerasnya kehidupan, karena sebagian dari mereka harus turun ke jalan memikul tanggung jawab orang tua yang miskin.

Seandainya target 2014 adalah penghapusan anak jalanan, tentu berbagai program pemerintah harus dan seluruh pihak terkait harus diarahkan untuk itu, jangan sekedar target di atas kertas.  Persoalan anak jalanan memiliki tingkat kompleksitas yang sangat tinggi, tidak bisa diselesaikan hanya dari satu sisi saja. 

Meski konstitusi telah mengatur  bahwa negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk pemenuhan hak-hak warga negara, termasuk persoalan anak-anak, dan rakyat dapat menuntut pemerintah ketika hak-hak mereka terabaikan, ada baiknya kita merenungkan kembali bagaimana tanggung jawab para orang tua terhadap anak-anak sebagaimana ditulis Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya 'Ullumuddin, "Anak merupakan amanat di tangan kedua orang tuanya."


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.