Thursday, April 25, 2013

Mengenal Konsep Geopark

Geopark mengaitkan antara aspek warisan budaya dan warisan geologis.



Geopark adalah wilayah geografis di mana situs-situs warisan geologis di sana merupakan bagian dari konsep holistik pada upaya perlindungan, pendidikan, dan pengembangan berkelanjutan. Geopark tidak hanya kumpulan geologis, namun mencakup keseluruhan tatanan alam.

Konsep geopark berbeda dengan taman bumi yang hanya dikaitkan dengan aspek wisata dan konservasi. Geopark mengintegrasikan pengelolaan warisan geologi (geological heritages) dengan warisan budaya (cultural heritages) dari suatu wilayah untuk tiga tujuan utama yaitu konservasi, edukasi dan pembangunan berkelanjutan. 

Konsep geopark, pertama kali berkembang di Eropa sejak tahun 1999 dan  kemudian dan kemudian diikuti dengan pembentukan European Geopark Network (EGN) pada atahun 2000. Konsep ini mendapat dukungan dari UNESCO dengan membentuk UNESCO official Global Network of National Geoparks (GNG) pada tahun 2001 yang kemudian menjadi Global Geoparks Network (GGN).

Dalam catatan UNESCO sudah ada kurang lebih 97 geopark di dunia, salah satunya Kaldera Batur di Bali yang dicatat tahun 23011. Sejauh ini, Indonesia sudah mengajukan tiga kawasan untuk dijadikan geopark, yakni Gunung Rinjani di Lombok - Nusa Tenggara, Karst Pacitan - Jawa Timur, dan Kaldera Batur  - Bali.

Indonesia semestinya belajar dari Cina yang memiliki geopark nasional di setiap provinsi. Cina memiliki 140 geopark, dan 20 diantaranya sudah termasuk dalam jaringan geopark dunia atau GGN. Namun proses terbentuknya geopark harus datang dari bawah atau bottom-up, atau dari keinginan masyarakat yang dilanjutkan ke atas. 

Kendala pembentukan geopark di Indonesia adalah perlawanan masyarakat sekitar yang beranggapan bahwa geopark hanya akan memberikan keuntungan bagi masyarakat luar tidak bagi masyarakat lokal. Padahal tanggung jawab geopark adalah melindungi warisan geologis, terutama yang berhubungan dengan kepentingan serta hajat hidup masyarakat setempat. 

Menurut Budi Brahmantyo, pakar Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB), geopark mengaitkan antara aspek warisan budaya dan warisan geologis, menghormati lingkungan dan menstimulasi pembentukan usaha-usaha lokal yang inovatif. 

Jawa Barat memiliki kawasan kategori geopark selain Tangkubanparahu, diantaranya Gua Pawon di Citatah dan Ciletuh. Sayangnya di Tangkubanparahu terlalu banyak perlawanan masyarakat sekitar atas usul dijadikannya kawasan ini menjadi geopark.

Gambar : www.backpakeran.com

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.