Friday, April 26, 2013

Siapa Gubernur Pilihan Presiden?

Gubernur adalah wakil pemerintah pusat dan kepala daerah.




Argumentasi politik tentang gubernur tidak lagi dipilih melalui pilkada tetapi dipilih presiden berkembang dalam dua sisi yang berbeda. Secara politik wacana ini penting sebagai pendewasaan demokrasi pada domain lokal, guna mempersempit ruang gerak friksi kepentingan sesaat yang sering berdampak pada pembekuan edukatif politik.

Argumentasi politik, mengapa gubernur ditunjuk oleh presiden? Pertama, biaya pemilihan gubernur mahal. Kedua, menekan para eksekutor dalam menghindari money politik. Ketiga, menutup peluang kebijakan pusat dan daerah untuk tidak integratif di ranah pemilihan.

Dua sisi pemilihan gubernur, dipastikan akan menyedot biaya tinggi, sementara melalui DPRD pun resisten terjadi jual beli suara. Cara paling aman dan murah saat ini, gubernur ditunjuk langsung oleh presiden dari pejabat karier untuk menghindari dagang suara.

Gubernur adalah wakil pemerintah pusat dan kepala daerah yang tidak hanya berfungsi sebagai administratif atau manajerial, namun menghubungkan pemerintah pusat dengan daerah melalui fungsi yang dimilikinya untuk melakukan alokasi anggaran, distribusi kekuasaan lokal, dan mengeluarkan kebijakan otonom. Sayangnya, pemberlakuan otonomi yang tumpang tindih antara provinsi dan kabupaten atau kota telah gagal. 

Fakta, otonomi daerah lebih bertumpu di tingkat kabupaten atau kota daripada provinsi karena berhubungan langsung dengan pelayanan masyarakat. Jika fungsi pemerintah otonom tidak dibenahi, pertanggungjawaban anggaran, distribusi kekuasaan lokal, dan kebijakan otonom yang menjadi bagian wewenangnya tidak akan pernah berubah.

Kedudukan serbatanggung, gubernur sebagai wakil pemerintah pusat sekaligus kepala daerah yang menjalankan fungsi regulator dan eksekutor menjadikan posisi gubernur tidak tajam terhadap bupati dan walikota yang nakal dan tidak takut lagi dengan pembinaan gubernur. Gubernur, meski komponen pemerintahan pusat, namun lemah dalam kewenangan. Karena itu, gubernur harus bersifat independen dan hanya diisi oleh pamong atau pejabat karier agar tidak lemah dalam bertindak. Dengan dipilihnya gubernur oleh presiden, fungsi pemerintahan otonom akan batal demi hukum. 

Ilustrasi gambar : www.republika.co.id


No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.