Friday, April 19, 2013

Diskriminasi Dua Harga BBM

Diskriminasi terjadi karena konsumen tidak disuguhi harga setara.




Rencana pemberlakuan dua harga harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai kalangan aktivis konsumen tidak tepat jika dilakukan saat tarif listrik juga naik. Hal ini akan membebani konsumen karena biaya produksi terdorong naik.

Bahan bakar minyak maupun listrik merupakan barang strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika terjadi kenaikan pada dua barang ini pada saat bersamaan, akan membebani konsumen karena harga-harga produk kebutuhan bisa ikut naik. 

Firman Turmantara, Ketua Himpunan Lembaga Kondumen Indonesia (HLKI) menilai, rencana sistem dua harga BBM merupakan salah satu bentuk diskriminasi berdasarkan Undang-Undang (UU) Perlindungan Konsumen Pasal 4 tentang Hak dan Kewajiban Konsumen serta Pasal 7 Hak dan Kewajiban Pelaku Usaha.

Menurut Firman, diskriminasi tersebut terjadi karena konsumen tidak disuguhi harga setara.  Disparitas harga BBM di masyarakat seperti ini rentan menimbulkan kebocoran bensin premium di masyarakat. Golongan masyarakat yang diperbolehkan membeli BBM dengan harga subsidi bisa saja menimbun BBM tersebut dan menjualnya kembali ke masyarakat yang tidak diperbolehkan membeli BBM dengan harga subsidi.

Bila rencana kenaikan harga BBM tetap terjadi, pemerintah akan melanggar peraturan yang tercantum dalam Kitab Undang-Undang HUkum Perdata Pasal 1320 tentang sarat sahnya perjanjian.


Referensi : Sistem Dua Harga BBM tak Tepat, PR 18 April 2013.
Sumber gambar : berita.plasa.msn.com

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.