Monday, April 22, 2013

Harga Minyak Pasti Naik?

Pemerintah tidak boleh terlalu lama memberi ketidakpastian.



Usul agar harga BBM bersubsidi dikurangi atau dihapuskan sudah lama bergulir. Alasannya, daripada untuk mensubsidi orang kaya dananya lebih baik digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, seperti pembangunan jalan, perbaikan irigasi, pembangunan gedung sekolah, puskesmas, atau lainnya. Namun, rencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sampai kini masih sebatas wacana pemerintah. 

Sejumlah pertemuan terus dilakukan pemerintah, termasuk rapat kabinet terbatas di Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 12 April 2013. Dalam pertemuan itu disebutkan, kenaikan harga BBM bersubsidi akan dilakukan setelah peringatan Hari Buruh (May Day), 1 Mei mendatang. Alasan penetapan kenaikan harga setelah peringatan Hari Buruh itu untuk menghindari gejolak sosial yang akan ditimbulkannya. 

Diperkirakan, jika BBM dinaikkan sebelum 1 Mei 2013, momen ini akan dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin menjatuhkan pemerintah. Ada kekhawatirkan bahwa Hari Buruh yang tiap tahun diperingati kaum pekerja tersebut akan berubah menjadi gejolak sosial dan bahkan kerusuhan yang harus dibayar mahal seperti kerusuhan yang terjadi pada Mei 1998 yang akhirnya menumbangkan Soeharto dari kursi presiden. 

Rapat di Cipanas juga mengarah pada opsi yang dinilai aman jika harga BBM dinaikkan. Opsi itu berupa pemberlakuan dua harga BBM. Pertama, harga BBM untuk kendaraan pelat kuning atau kendaraan umum tidak dinaikkan atau tetap Rp 4.500, kemudian bagi mobil pribadi atau pelat hitam dinaikkan menjadi Rp 6.500-Rp 7.000 per liter. Khusus bagi pengguna sepeda motor bisa menggunakan pilihannya, mau membeli Rp 4.500 atau Rp Rp 6.500. Dengan menaikkan harga BBM diharapkan dapat menghemat subsidi BBM dalam APBN 2013 sebesar Rp 21 triliun dan bahkan bisa mencapai Rp 30 triliun. 

Semakin cepat pemerintah memutuskan (menaikkan harga BBM), akan semakin baik. Pemerintah tidak boleh terlalu lama memberi ketidakpastian karena pembangunan yang tidak jalan bisa menambah jumlah pengangguran yang malah bisa mengarah pada gejolak sosial. 

Keputusan, ada di tangan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Berbagai pembicaraan dan Persiapan sudah mengarah pada titik temu dan tinggal menunggu waktu yang pasti dan tepat. 

ilustrasi gambar : www.rumahku.com

2 comments:

  1. Jaya lah Indonesia... :)

    lama gk mampir, salam bloger Sukses Selalu mas

    ReplyDelete
  2. @aryservis_barabai, semoga sukses juga di setiap langkahmu.... Salam dari Kota Indah

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.