Tuesday, April 2, 2013

Penyebab Pengajaran PKn Diacuhkan Siswa

Kekecewaan kepada pemerintah dapat dilihat dari sikap acuh siswa




Transisi demokrasi di tengah arus globalisasi nilai dan transformasi sosial, budaya dan politik  dinilai telah mengaburkan nilai dan praktik yang sudah mapan. Hal ini sangat membingungkan para remaja, bahkan sering menimbulkan kekacauan sehingga menempatkan nilai dan praktik lama ditafsir ulang. Kini menjadi hal biasa menyaksikan remaja kita mengagungkan budaya Barat dan mengabaikan apa yang kita miliki yang sebenarnya lebih berharga.

Menurut Rektor UPI Prof Sunaryo Kartadinata, pendidikan berkarakter di era globalisasi menyangkut filosofi. Filosofi ini yang harus dibangun oleh warga negara yang dalam konteks global. Beragam isu gender dan konflik harus masuk dalam proses pendidikan agar mencegah perilaku itu. (PR, 2 April 2013)

Membangun warga negara berkarakter melalui pendidikan di era globalisasi ibarat upaya menegakkan benang basah. Terlalu banyak hal negatif yang mempengaruhi tatanan karakter yang dibangun dengan susah payah dalam jiwa seseorang. Salah satunya adalah kekecewaan kepada pemerintah. 

Kekecewaan kepada pemerintah dapat dilihat dari sikap acuh siswa pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Sikap sinis pada pelajaran PKn, adalah sebuah karakter yang bukan hanya nampak pada remaja Indonesia saja. Ketidakpercayaan siswa AS pada pemerintah pun membuat mereka sinis pada pelajaran ini.

"Isu karakter bukan hal baru dalam pendidikan, karena pendidikan itu adalah karakter," kata Prof Karim Suryadi Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial UPI. Menurutnya, membangun warga negara berkarakter di era globalisasi amat aktual dengan tantangan nyata saat ini, yaitu kebutuhan melahirkan warga negara global yang terdidik.


Sumber gambar : archive.kaskus.co.id

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.