Monday, April 29, 2013

Pesawat Terbang Bisa Mendarat di Air?

Pesawat transpor harus memiliki ditching characteristics yang baik.



Kapten "Sully" Sullenberger, pilot pesawat A 320 US Airways melapor kepada pengawas lalu lintas udara New York pada 15 Januari 2009 ketika kedua mesinnya mati akibat burung yang tertelan ke dalam kedua mesin pesawat beberapa saat setelah lepas landas, "Kita akan mendarat di Sungai Hudson." 

Pilihan untuk mendarat di Sungai Hudson yang terletak antara Manhattan di New York City dan Meehawken di New Jersey, karena untuk kembali ke bandara sudah terlalu jauh apabila terbang melayang tanpa mesin. Pendaratan di air, dalam dunia penerbangan disebut ditching atau emergency water landing. 

Situasi itu mirip musibah pesawat Boeing 737-800NG Lion Air dengan nomor penerbangan JT904, yang terbang dari Bandara Husein Sastranegara Bandung yang jatuh ke laut, beberapa meter dari ujung landasan 09, Bndara Ngurah Rai Bali, Sabtu, 13 April 2013. Bedanya, Airbus A320 direncanakan untuk mendarat di sungai, pilot melaporkan ke menara pengawas lalu lintas udara, dan penumpang pun diperingatkan akan ada pendaratan darurat di sungai. Sementara pada Boeing 737-800NG, tidak direncakanan untuk mendarat di air. Bahkan tanpa peringatan darurat, sehingga beberapa media masa melaporkannya sebagai pesaswat terbang kejebur ke laut.

Peristiwa ditching yang pernah terjadi di Indonesia, adalah ketika pesawat Boeing 737-300 Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan 421 mendarat di Sungai Bengawan Solo dekat Yogyakarta, Jawa Tengah, pada 16 Januari 2002 dalam penerbangan dari Bandara Selaparang, Ampenan, Lombok menuju Adi Sutjipto, Yogyakarta, karena kedua mesin mati setelah melewati badai, hujan deras dan es.

Meski pesawat terbang komersial hanya dirancang untuk lepas landas dan mendarat di landasan pacu di daratan, namun dalam kondisi darurat sehingga harus mendarat di permukaan air, maka pesawat komersial juga harus dirancang untuk mempunyai karateristik ditching yang memadai.

Regulasi FAA (Federal Aviation Administration), Amerika Serikat, mensyaratkan bahwa pesawat transpor harus memiliki ditching characteristics yang baik, yaitu perilaku pesawat dalam kondisi ditching harus tidak menimbulkan akibat terlukanya penumpang atau membuat penumpang tidak mampu keluar dari pesawat. Selain itu, pesawat terbang harus membawa peeralatan untuk menyelamatkana diri ketika terjadi ditching yaitu rakit penyelamat, rompi penyelamat, kursi yang dapat mengapung di air, dan peralatan untuk bertahan hidup.

Aturan itu juga menyebutkan, pesawat terbang harus mempunyai waktu mengapung (floation time) yang cukup dan sikap (attitude) pesawat terhadap permukaan air akan memungkinkan para penumpang dapat keluar dari pesawat. Selain itu, letak pintu darurat harus berada di atas permukaan air.

Pilot pesawat tranpor harus sangat memahami bagaimana teknik melakukan ditching, dan prosedur ditching harus terdapat di dalam aircraft manuals dan checklist. Pengakraban dengan prosedur ditching dilakukan ketika pilot megikuti ground school. FAA tidak mensyaratkan untuk melatihnya dengan flight simulator. Flight attendants (pramugara-pramugari) dilatih untuk tanggap terhadap berbagai situasi darurat termasuk ditching.

Dalam berbagai peristiwa pesawat terbang melakukan ditching, atau dengan sengaja dan terencana mendarat di air dalam keadaan darurat, kebanyakan para penumpangnya selamat. Statistik dari tahun 1952 sampai 2009, setidaknya ada 14 kali ditching di seluruh dunia yang menunjukkan 573 dari 834 orang penumpang dan kru selamat. Penumpang yang tewas umumnya bukan karena entakan pesawat ketika menyentuh air, namun karena tenggelam akibat hipotermia atau karena panik.

Ilutrasi ; www.merdeka.com

BACA JUGA :
Bagaimana Tradisi Politik Kita?
Ada Apa di Pasar Politik Indonesia?
Siapa Gubernur Pilihan Presiden?
Mengenal Konsep Geopark
Bagaimana Merekrut Caleg yang Baik?
Alasan Gubernur Diangkat Oleh Presiden
Harga Minyak Pasti Naik?
Perjuangan Kartini di Era Liberalisme
Indonesia Harus Diselamatkan!

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.