Saturday, May 18, 2013

Penyebab Anggaran Harus Dipotong

Pemerintah saat ini sedang berupaya memotong anggaran sebesar Rp 24,6 triliun.




Persoalan pemerintah pada tahun ini semakin krusial bila dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Niat pemerintah untuk berkonsentrasi menghadapi pemilu tahun depan agar sukses dan dapat menjadi penutup borok pemerintah, terutama empat tahun terakhir, tersita oleh munculnya defisit anggaran. 

Pemerintah saat ini sedang berupaya memotong anggaran sebesar Rp 24,6 triliun akibat defisit anggaran yang membesar hingga Rp 80 triliun. Sejumlah kementerian harus memangkas anggarannya lebih dari Rp 1 triliun. Meski pemotongan tidak diarahkan pada anggaran operasional, hal ini bukan jaminan bahwa pelayanan publik tidak akan terpengaruh.

Defisit sebesar itu muncul akibat turunnya penerimaan negara dan naiknya anggaran belanja. Berkurangnya penerimaan akibat target pajak diturunkan, dan anggaran belanja naik karena pemerintah harus menutup subsidi bahan bakar minyak berikut program kompensasinya serta meningkatan anggaran pendidikan.

Kemelut seperti ini, timbul akibat kelalaian pemerintah selama bertahun-tahun, karena terlena pada pencitraan terhadap rakyat yang ingin terus dipertahankan. Pemerintah telah secara sadar melakuka nkebohongan, seperti tetap melakukan subsidi BBM serta memberikan bantuan kepada rakyat miskin. Kebijakan yang tetap dipertahankan hingga kini meski tidak efektif dan tidak kena sasaran.

Penyebab lain jebolnya anggaran, tiga kali pemerintahan di era reformasi berpura-pura segalanya seolah dalam keadaan normal. Tidak ada keprihatinan yang diperlihatkan jajaran pejabat di pemerintahan, padahal Soeharto meninggalkan borok ekonomi yang akut. Pencitraan dilakukan secara menyeluruh dari tingkat pusat sampai daerah, seperti prioritas kepala daerah baru terpilih biasanya mencantumkan anggaran untuk membeli mobil dinas baru.

Mampukah pemotongan anggaran yang sedang dilakukan memperbaiki kondisi ekonomi, terutama yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat? Menurut beberapa pengamat, pemangkasan anggaran sebesar itu masih terlalu kecil. Andai ada empati dari pejabat dan wakil rakyat terhadap beban kehidupan rakyat, pemotongan anggaran bisa mencapai Rp 100 triliun bila beberapa tunjangan yang selama ini mereka nikmati dihapus.

Tidak banyak yang dapat dilakukan Presiden SBY untuk memperbaiki neraca pemerintahan dengan sisa waktu yang sedikit. Mungkin sesedikit harapan rakyat yang mendamba pemerintahan baru yang lebih peduli. Benarkah demikian?

Ilustrasi : www.republika.co.id

BACA JUGA :
E-KTP Boleh Difotokopi
Pelayan Publik, Menjadi Pekerjaan Menggiurkan
Kemana Perginya Agenda Reformasi?
Sepatu Antikekerasan Seksual
Bagaimana Model Edukasi 3.0 ?
Mengungkap Kejahatan Peretas Tanpa Batas
Perlu Dicari, Pendorong Timbulnya Aksi Terorisme
Kondusif Korupsi dalam Birokrasi Keistimewaan

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.