Friday, May 10, 2013

Kondusif Korupsi dalam Birokrasi Keistimewaan

Kata Mao, mereka mencari kesenangan pribadi dan tidak mau ada kesulitan.



Kelindan korupsi birokrasi - calo - hakim yang selama ini menjadi rahasia umum menjadi terang. Komisi Pemberantasan  Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan terhadap hakim, birokrat, sekaligus penghubung atau calo yang bertujuan menjaga kelindan dan ruang korupsi di birokrasi. Hakim tertangkap basah dengan gepokan uang dari calo, menyusul kemudian pihak pemberi pun ditangkap.

Dalam kasus Bantuan Sosial di Kota Bandung misalnya, tersirat bahwa lubang besar dan gelap masing-masing pihak yang berkelindan dalam korupsi bansos, baik hakim, calo dan birokrasi. Terlebih dari sisi birokrasi, masih sulit diterima akal sehat, ada pejabat pelaksana yang mau mengeluarkan uang ratusan juta untuk sebuah kasus yang tidak jelas kaitannya secara langsung dan personal.

Perspektif ini semakin menegaskan adanya kebusukan yang dilindungi dengan tingkat yang sangat parah. Hukum dibeli dengan uang, entah dari uang saku pejabat atau dari uang rakyat. Memang hal ini masih perlu pembuktian. Namun pertanyaannya, mengapa ada upaya yang begitu masif untuk saling melindungi?

Manifesto Mao mengenai birokrasi puluhan tahun silam sudah menyebut gejala ini sebagai bentuk "birokrasi keistimewaan". Kata Mao, mereka mencari kesenangan pribadi dan tidak mau ada kesulitan. Mereka terlibat dalam ikatan-ikatan di pintu belakang. Ketika satu orang menjadi pejabat dan keluarganya naik ke nirwana, semua mitranya juga naik ke surga.

Dr Ichak Adizes, pakar manajemen, mengatakan bahwa dalam kemapanan birokrasi seperti ini, sedikit saja ada perubahan bisa mengacaukan. Apalagi perubahan yang kini dihadapi sangat mungkin membuat mereka turun dari surga yang telah tercipta dari tumpukan kemitraan yang saling tunjang seperti piramida.

Sangat miris sekali, kasus bansos, telah memperlihatkan struktur yang begitu kokoh. Ada upaya saling melindungi, bahkan yang tidak langsung melindungi pun menyimpan rasa malu jika piramida ini harus runtuh. Apatisme masyarakat karena melihat kelindan korupsi yang begitu masif akhirnya membentuk suasana kondusif korupsi. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.