Friday, May 24, 2013

Cegah DBD dan Chikungunya dengan Ikan Cupang

Pengendalian nonkimiawi terhadap vektor demam berdarah.



Genangan air yang ada di sekitar rumah, seperti di bak mandi, vas bunga, atau di dalam kolam ikan, menjadi media berkembangnya jentik nyamuk yang berisiko menularkan penyakit kepada para penghuninya. 

Nyamyuk Aedes aegypti sebagai vektor demam berdarah secara rutin terus bertelur tiga hari setelah menghisap darah manusia. Bila tidak segera diberantas sejak masih jentik, pengendaliannya akan semakin sulit.

Ikan cupang (Ctenops vittatus) termasuk ikan yang dapat membantu manusia mengendalikan vektor demam berdarah dan chikungunya. Vektor tersebut berupa jentik yang nantinya akan berkembang menjadi nyamuk dewasa. Selain ikan cupang, pengendali vektor lainnya dapat menggunakan ikan cere, ikan glossom, atau ikan lain yang dapat memakan jentik.


Pengendalian DBD dan chikungunya menggunakan ikan merupakan salah satu dari pengendalian nonkimiawi terhadap vektor demam berdarah. Upaya lain yang dapat dilakukan ialah program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan penerapan metode 3M yaitu menutup genangan air, menguras genangan air, dan mengubur sampah atau barang lainnya yang mengundang kerawanan perkembangan jentik nyamuk.

Solusi penanganan DBD dan chikungunya dapat dilakukan dengan pengasapan (fogging). Namun, yang paling utama adalah pencegahannya melalui PSN dan penerapan metode 3M. 

Ilustasi : duniawarnaa.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.