Tuesday, May 28, 2013

Kekuatan Uang Dalam Pilkada

Uang menempati posisi penting sebagai amunisi demokrasi.




Mewujudkan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) yang bersih dari politik uang untuk menghasilkan kepala daerah yang tidak koruptif sepertinya hal yang sangat mustahil. Hal ini karena tingginya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk menjadi calon dalam pemilukada yang menyuburkan praktik politik uang. 

Uang menempati posisi penting sebagai amunisi demokrasi, namun di sisi lain uang juga berperan penting membunuh demokrasi. Kekuatan uang telah menciptakan kesenjangan dalam masyarakat karena akses untuk maju pada pilkada hanya dikuasai segelintir orang atau yang memiliki kemampuan ekonomi atau elite berduit.

Bagi pemilik kekuatan finansial, besarnya biaya yang harus dikeluarkan saat mengikuti proses demokrasi bukanlah permasalahan. Peluang ini secara cerdas dimanfaatkan segelintir orang yang memiliki kekuatan ekonomi untuk masuk dan berada dalam kekuasaan.

Aktivis Fazroel Rachman menyoroti lazimnya praktik politik uang dalam pilkada yang tidak ditindak lanjuti oleh Mahkamah Konstitusi (MK) dan kepolisian. "Tak ada satupun penyelenggaraan pilkada di Indonesia yang dibatalkan karena praktik politik uang oleh para calon kepala daerah," ujarnya.  

Wakil Menteri Hukum dam HAM, Denny Indrayana, mengemukakan bahwa rentannya kepala daerah yang terpilih melakukan korupsi terbukti dalam data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) selama 2004-2013. Dari data statistik tersebut, sebanyak 291 kepala daerah yang terdiri dari 21 gubernur, 7 wakil gubernur, 156 bupati, 46 wakil bupati, 41 walikota, 20 wakil walikota, dan 1.221 aparatur negara terlibat dalam kasus korupsi. Dari 1.221 aparatur pemerintah yang terlibat, 185 orang berstatus tersangka, 112 terdakwa, 877 terpidana, dan saksi 44 orang.  (PR, 28 Mei 2013).

Ilustrasi : www.antarafoto.com

BACA JUGA :
Pemerintah Gamang Soal Kenaikan Harga Minyak
Tahupop dari Sumedang
Makanan Tradisional Menjelang MEA 2015
Cegah DBD dan Chikungunya dengan Ikan Cupang
Mengenal Ragam dan Cara Kerja Alat Kontrasepsi
Bagaimana Menkeu Chatib Menjaga Stabilitas Fiskal?...
Reformasi Birokrasi Berjalan Lamban?
Kapan Harga BBM Bersubsidi Naik?

1 comment:

  1. Ya,,yang kaya pasti bisa banyak promosi dan kemungkinan besar untuk menang

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.