Thursday, May 2, 2013

Mengenal Komputasi Awan

Komputasi awan menjadi pijakan metode belajar terbaru.



Komputasi awan adalah gagasan dari banyak ilmuwan komputer Amerika, seperti John McCarthy, yang pada tahun 1960 menghiasi konsep komputasi sebagai fasilitas publik. Komputasi awan memungkinkan fungsi komputer dapat diakses siapapun selama menggunakan sarana penyimpanan data serupa. Ilmuwan lain, Herbert Reuben John Grosch, memperkirakan dunia suatu saat akan dioperasikan sekitar lima belas pusat data (server) besar saja.

Istilah awan, mengacu pada kebiasaan ahli jaringan TI dalam menggambarkan desain rancangan jaringan yang mengibaratkan internet berbentuk awan. Kommpleksitas dan luasnya jaringan yang berujung di internet sering membuat posisinya selalu di atas seperti awan di langit.

Konsep ini hanyalah konsep pada periode 1950-2005, karena aplikasi konkretnya baru diawali tahun 2006.  Ketika itu, Amazon.com, pusat jual beli buku daring terbesar di dunia, mewujudkan  konsep komputasi awan dengan nama Amazon Web Service. Layanan ini memungkinkan seseorang menyewa pusat data yang dioperasikan virtual tanpa harus memilikinya secara fisik. 

Sebagai contoh, kita menggunakan email gratisan seperti Yahoo dan Gmail (Google Mail) untuk melaksanakan aneka fungsi surat elektronik selama ada akses internet. Meski kita tidak punya server sendiri, dan tidak punya ahli jaringan, karena Yahoo dan Google sudah menyediakannya sekaligus mengelolanya.

Pada mulanya, perusahaan internet terbesar di dunia ini menerapkan teknologi server yang umum bagi web yakni menggunakan satu super komputer yang mahal dan besar untuk ditaruh pada satu data center (pusat server). Kemudian secara drastis mengubahnya dengan komputasi awan sehingga investasi super komputer yang mahal menjadi nihil. 

Sebelumnya, Google harus investasi puluhan hingga ratusan server di tempat-tempat yang berbeda di dunia disesuaikan jumlah pengguna yang mengaksesnya. Jika pengguna semakin meninggak di satu titik, maka server harus terus ditambah. Setelah ada teknologi cloud, investasi pusat data bisa dikurangi sebab secara teknis semuanya sudah bisa disimpan di internet. Beban server sudah bisa dibagi-bagi ke server lainnya sehingga tidak ada kesulitan mengakses Google.com.

Jika sebelumya kita menyimpan data di satu komputer, dan ketika butuh data, kita harus membuka komputer tersebut, kini menjadi lebih mudah  dengan layanan penyimpanan komputasi awan yang bisa diakses dari manapun dan kapanpun melalui komputer atau telefon seluler pintar.

Perkembangan komputasi awan menjadi pijakan metode belajar terbaru. Kualitas pendidikan ditingkatkan dengan merubah proses pengajaran menjadi serba digital. Konten digital bisa berupa materi tertulis, soal, pembahasan, hingga video pendidikan yang membantu siswa memahami pelajaran sekolah. 


Ilustrasi : id.wikipedia.org

BACA JUGA :

Apa Tuntutan Buruh Bada Hari Buruh?
Politik Kekerabatan Itu Dilarang?
Pesawat Terbang Bisa Mendarat di Air?
Bagaimana Tradisi Politik Kita?
Ada Apa di Pasar Politik Indonesia?
Siapa Gubernur Pilihan Presiden?
Mengenal Konsep Geopark
Bagaimana Merekrut Caleg yang Baik?
Alasan Gubernur Diangkat Oleh Presiden

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.