Thursday, May 23, 2013

Mengenal Ragam dan Cara Kerja Alat Kontrasepsi

Kontrasepsi bukan lagi hal tabu bagi pasangan suami istri.



Kontrasepsi bukan lagi hal tabu bagi pasangan suami istri zaman sekarang. Kontrasepsi berasal dari dua kata, kontra dan konsepsi. Kontra berarti melawan atau mencegah, dan konsepsi berarti pertemuan sel sperma dengan sel ovum sebagai penyebab kehamilan. 

Berbagai teknologi untuk mencegah pertemuan dua sel (sperma dan ovum) dikembangkan agar kehamilan dapat direncanakan. Kontrasepsi dikenal di Indonesia melalui program Keluarga Berencana.

Hanny Rono Sulistyo, dokter spesialis obstetrik dan ginekolog, mengemukakan bahwa kontrasepsi diperbolehkan dalam agama Islam. Pada zaman Rasulullah, sudah ada upaya untuk mencegah pertemuan sel sperma dan ovum yang dikenal dengan 'azal atau membuang sperma di luar tubuh istri. 

Pada zaman Nabi Musa, sudah ada kontrasepsi dengan cara kalender atau menghindari bersenggama pada masa subur. Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung pada hari ke-14 ditambah 1 atau dikurangi 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke-13 sampai hari ke-15 sebelum tanggal haid datang.

Bagi yang haidnya tidak teratur, harus mencatat panjang siklus haid sekurang-kurangnya 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur dalam siklus haid tersebut. Sementara dari jumlah hari terpendek dikurangi 18, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal, siklus terpanjang 31 hari dan siklus terpendek 26 hari. Masa subur dapat dihitung, 31 - 11 = 20, dan 26 - 18 = 8, maka masa subur berlangsung pada hari ke-8 sampai hari ke-20. 

Kontrasepsi masa kini banyak sekali ragamnya. Anda dapat memilih sesuai dengan selera dan kondisi demi kenyamanan. Berikut ini ragam kontrasepsi yang lazim digunakan :

Pertama, Intra Uterine Device (IUD). Kontrasepsi dengan cara ini dilakukan dengan cara meletakkan benda asing ke dalam tubuh perempuan, yakni rongga rahim. Maka ketika sel sperma datang dia akan dilawan oleh leukosit yang menyebabkan sel sperma mati terlebih dulu sebelum bertemu ovum. 

Andai dengan IUD sel sperma bisa menembus rongga rahim dan menyebabkan kehamilan. IUD jenis Copper T atau Nova-T yang telah ditambah dengan tembaga akan merebut zat-zat yang diperlukan janin atau embrio di awal masa pertumbuhannya. Embrio di awal pertumbuhannya membutuhkan banyak zat, salah satunya zinc untuk membuat ari-ari. Karena ada suatu reaksi kimia antara tembaga dengan zinc, maka tembaga dalam IUD akan merebut zinc yang dibutuhkan embrio. Oleh karena itu, embrio lepas tidak bisa menempel di dalam rahim.

Kedua, injeksi atau suntik KB. Obat dalam injeksi berisi Depo Medorxi Progresterone Acetate (DMPA). Penyuntikan dilakukan pada otot atau intra muskuler di pantat (gluteus) yang dalam atau pada pangkal lengan (deltoid). Hormon progesteron dosis tinggi yang disuntik dalam bentuk gudang atau depo, maka diserap tubuh sedikit demi sedikit hingga habis. Dosis tinggi ini akan mengakibatkan gangguan haid. Awal  pemakaian, haid berupa flek, dan ketika hormon suntikan telah menguasai tubuh perempuan, maka tidak akan haid sama sekali.

Ketiga, pil KB. Metode ini hampir sama dengan metode suntik yang menggunakan hormon wanita. Pil KB bertugas memanipulasi fungsi-fungsi hormon menjelang masa subur. Ketika hormon asli tidur, maka tubuh dikendalikan oleh hormon dari luar. Namun, metode hormonal seperti pil dan suntik tidak dianjurkan bagi wanita berusia 35 tahun ke atas karena pada usia ini fungsi tubuh sudah menurun. Penggunaan KB hormonal akan menjadi beban kimia untuk tubuh, dan penggunaan jangka lama akan jadi beban hati dan ginjal.

Keempat, kondom. Kondom merupakan alat kontrasepsi paling populer dan mudah didapat di mana saja. Kondom merupakan kantung karet tipis, biasanya terbuat dari latex, tidak berpori, dipakai untuk menutupi zakar yang berdiri atau tegang sebelum dimasukkan ke dalam vagina. Penggunaan kondom selain mencegah kehamilan juga untuk mencegah penularan penyakit seks menular.

Kelima, susuk atau implant yang merupakan alat kontrasepsi jangka panjang dan bisa digunakan untuk waktu lima tahun. Implant biasanya dipasang di bawah kulit, di atas daging pada lengan wanita. Alat tersebut terdiri dari kapsul lentur seukuran korek api yang terbuat dari bahan karet silastik. Masing-masing kapsul mengandung progestin levonogestrel sintetis yang juga terkandung dalam beberapa jenis pil KB. Hormon ini dilepas secara perlahan-lahan melalui dinding kapsul sampai kapsul diambil dari lengan pemakai.

Keenam, steril pada wanita atau pria. Steril biasa disebut Metoda Operasi Wanita (MOW) dan Metoda Operasi Pria (MOP). Metode ini merupakan metode mekanik untuk memutus rute perjalanan sperma sehingga sel telur aman. Pemotongan rute ini bisa dilakukan dari pihak laki-laki ataupun perempuan. Proses steril pada perempuan harus dilakukan di ruang operasi yang benar-benar steril karena indung telur berada di dalam tubuh. Berbeda dengan saluran sperma pada laki-laki yang terletak di bawah kulit sehingga tidak harus dilakukan di ruang operasi. Dari segi pembiayaan, tentu steril pada perempuan berbiaya lebih mahal dari steril pada laki-laki.

Apapun kontrasepsi yang Anda pilih, baik sistem 'azal, kalender, atau alat-alat kontrasepsi dari program pemerintah, Tuhanlah yang menentukan pada akhirnya. Meski anak adalah anugerah, namun kehadirannya juga perlu perencanaan. 

Ilustrasi : www.merdeka.com

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.