Monday, May 13, 2013

Bagaimana Model Edukasi 3.0 ?

Otak manusia dapat membangun realitas versi eletromagnetika dari dunia ini.



Pendidikan abad 21 dapat dibangun dengan era edukasi 3.0.  Di era Edukasi 3.0 kesempatan belajar menjadi milik mereka yang memiliki selera tinggi akan pengetahuan serta kapasitas metabolisme pengetahuan yang tinggi pula. 

Menurut Dr Armein ZR Langi, Ketua Kelompok Keahlian Teknologi Informasi Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Model edukasi di mana guru menjadi sumber ilmu dan murid menjadi penerima ilmu disebut Edukasi 1.0, sedangkan model edukasi dimana guru dan murid bermitra belajar disebut Edukasi 2.0. Sementara pada era Edukasi 3.0, murid secara kolektif menjadi sumber ilmu bagi individu, di mana guru menjadi fasilitator dan narasumber pendukung proses untuk membidani pengetahuan orisinal dan lingkungan menjadi stimulus yang beresonansi dengan pikirannya, sehingga pengetahuan orisinal tercipta.

Seorang profesor MIT, menurut Armein, menjelaskan mengenai mesin pengetahuan dalam mahluk berbasis elemen karbon. Pengetahuan merupakan buah pikiran manusia. Mesin pengetahuan tersebut berbentuk untaian ilmu. Pendidikan itu pemahaman untuk perubahan realitas kehidupan. Semakin tinggi versi edukasi, semakin efektif perubahan realitas.

Otak manusia dapat membangun realitas versi eletromagnetika dari dunia ini. Kapasitas manusia menciptakan realitas kehidupan diperbesar dengan teknologi digital. Selanjutnya berdasarkan gagasan mesin pengetahuan karbon, Armein membuat analogi adanya pengetahuan silikon dimana pengetahuan dipresentasikan dalam data numerik yang disimpan dalam memori chip. Kecerdasan manusia diperkuat oleh kecerdasan silikon.

Pembelajaran abad 21 adalah pencerdasan mesin pengetahuan karbon dan silikon secara simultan.  Ada pembagian tugas antara manusia mahluk karbon dengan silikon. Apa yang secara efektif disimpan silikon seperti website, internet tidak perlu disimpan karbon. Teknologi digital elektromagnetika membuat koneksi antara pikiran seseorang dengan orang lain menjadi lebih lancar. Mesin silikon membangun organisme silikon besar (cloud computing), individu karbon saat ini bisa membangun organisme yang besar yang disebut knowledge society.

"Masyarakat terdidiklah yang menyelenggarakan edukasi versi 3.0 sebagai pihak paling berkepentingan dengan pembangunan organisme bernama konwledge society," kata Armein.

Dr dr Taufiq Pasiak, Kepala Pusat Studi Otak, Pendidikan dan Perilaku, Universitas Sam Ratulangi Manado, menilai, pendidikan di Indonesia tidak berbasis pada kinerja otak. Guru tidak memahami bagaimana otak siswa bekerja sehingga tidak tahu bagaimana pembelajaran harus menjadi menyenangkan. Begitu juga dengan pada pengambil kebijakan, tidak paham mengenai otak. Pada akhirnya otak yang dibicarakan para dokter adalah otak sakit dengan berbagai gangguan.

Kurikulum 2013, menurut Taufiq Pasiak, dalam konsep maupun implementasinya tidak terlihat bagaimana memanfaatkan kinerja otak sehat dalam perkembangan pendidikan peserta didik. Pendidikan tidak hanya membuat orang menjadi cerdas tetapi juga membuat bahagia. 

Hal-hal yang terlupakan dalam Kurikulum 2013, pertama terkait kematangan cortex prefrontal yang hanya dimiliki manunsia dan berhubungan dengan kemampuan berpikir. Kedua modalitas sensorik meningkatkan keterampilan memperhatikan detail. Ketika mirror neuron yang terkait dengan empati sosial kognisi. Keempat imajinasi yang menumbuhkan kreatifitas dan inovasi. 

Selama bangsa Indonesia belum memaksimalkan potensi otak sehat yang terkait dengan kebahagiaan, personal integrity, spiritual dan kecakapan berpikir, maka pendidikan yang membahagiakan individu belum tercapai.

"Di Indonesia, para pengajar banyak menutup imajinasi anak. Pendidikan dasar  lembaga yang paling kuat mengajar imajinasi, kalau mereka mnutup imajinasi pada anak maka mereka menutup perkembangan imajinasi anak," kata Taufiq, (PR 11 Mei 2013).

Ilustrasi : julianaprastikapertiwi.wordpress.com

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.