Sunday, May 12, 2013

Mengungkap Kejahatan Peretas Tanpa Batas

Bagaimana cyberattack tanpa batas itu dilakukan?




Kejahatan cyber merupakan salah satu agenda global dunia yang belum berhasil dituntaskan, sama halnya dengan isu dunia lainnya seperti perdagangan perempuan dan buruh anak. Belum lama ini, kajahatan cyber melibatkan geng peretas berbasis di Dominika. Kendati berada di Dominika, kegiatan peretasan mereka di lakukan di 27 negara di dunia.

Kejahatan pertama yang dilakukan peretas tersebut terjadi pada Desember 2012 dengan menjarah 5 juta dolar AS (Rp 48,5 miliar). Aksi kedua terjadi Februari 2013 dengan menguras dana sebesar 40 juta dolar AS (Rp 388 miliar). Total kerugian mencapai 45 juta dolar AS (Rp 436,5 miliar).

Dua bank yang dirampok adalah Bank Rakbank di Uni Emirat Arab dan Bank Muscat di Oman. Sedangkan ATM yang dirampok berlokasi di 27 negara, di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Rusia, Rumania, Mesir, Kolombia, Inggris, Sri Lanka, dan Kanada. Kejahatan ini terungkap setelah tim AS dari Biro Penyelidik Federal (FBI) bekerja sama dengan polisi dari negara-negara korban peretas asal Dominika tersebut.

Bank-bank di Timur Tengah sering menjadi target peretas karena mayoritas masih menggunakan teknologi lama. Menurut Avivah Litan, analis keamanan bank, penggunaan kartu ATM magnetik menjadi sasaran empuk para peretas (Yahoo News). Oleh karena itu kartu ATM dan kartu debit harus menggunakan cip agar menyulitkan peretas menyalin data di dalamnya.

Penasaran bagaimana para peretas itu melakukan kejahatan? Berikut ilustrasi bagaimana cyberattack tanpa batas itu dilakukan :

1. Peretas (hacker) menyasar prosesor kartu kredit untuk Bank of Muscat di Oman, dan National Bank of Ras Al Khaimah di Uni Emirat Arab.



2. Mereka meretas ke akun kartu debit prabayar, kemudian meningkatkan saldo dan menghapus batas penarikan dana. 



3. Sel-sel penarik dana tunai disandikan ke dalam lajur kartu magnet, semacam gift cards dengan data kartu yang telah di atur.




4. Angka PIN dari akun yang diretas lalu dikirim ke penarik dana tunai yang dengan segera menarik dana tunai dari ATM di penjuru dunia.




Dalam insiden terpisah yang berlangsung kurang dari 24 jam, penarik dana tunai di 27 negara mengeksekusi sekitar 40.500 transaksi di seluruh dunia dalam menarik dana sekitar 45 juta dolar Amerika Serikat (Rp 436,4 miliar) dari anjungan tunai mandiri (ATM).

FBI mengumumkan, ketua geng peretas yang bertanggung jawab dalam aksi pembobolan ATM di AS, Alberto Yusi Lajud-Pena ditembak mati di Dominika pada April 2013. Dia terbunuh dalam baku tembak antara geng peretas dan polisi Dominika. Saat itu, Lajud-Pena membawa uang tunai 100 ribu dolar atau Rp 1 miliar.

Tujuh rekannya yang tergabung dalam geng peretas Dominika dan beroperasi di AS sedang diadili. Kalau terbukti bersdalah mereka akan dipenjara selama 10 tahun.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.