Friday, May 3, 2013

Apa Dampak Politik Transaksional?

Dana kampanye merupakan persoalan krusial dan sangat urgen.



Politik yang semestinya lekat dengan pertarungan ide dan gagasan (ideologi), telah memandang hal itu bukan sebagai variabel mutlak. Ideologi dalam politik lokal tidak dipandang lagi sebagai alat meraih kekuasaan karena tergeser oleh peran materi (finansial) yang sangat bernuansa pragmatisme.

Dalam politik berbiaya tinggi, kooptasi pemilik modal menjadi wajib ada. Partai politik melakukan rekrutmen berdasarkan kemampuan finansial dan popularitas kandidat yang diusung untuk menempati posisi-poisisi dan jabatan politis. Calon-calon yang sekedar mengandalkan visi dan misi meski berkompetensi secara alami terseleksi dan tersingkirkan.

Masalah yang sering muncul ialah adanya pengaruh donatur untuk partai politik dan kandidat calon legislatif terhadap kebijakan-kebijakan politik yang kelak dihasilkan. Masalah ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain. Maka dalam pengembangannya pada sejumlah negara dibuatlah undang-undang atau peraturan khusus yang mengatur persoalan dana kampanye.

Dana kampanye merupakan persoalan krusial dan sangat urgen membutuhkan perhatian khusus dalam Undang-Undang Pemilu. Berbagai kasus korupsi yang melibatkan sejumlah oknum pengurus partai politik yang berkuasa, anggota legislatif, dan pejabat publik sangat erat hubungannya dengan dana politik dan dana kampanye.

Persoalan dana kamanye semestinya diatur dengan jelas dan tegas. Sumber dana kampanye, pembatasan jumlah sumbangan dana kampanye, pencatatan dan pelaporan dana kampanye (identitas sumber, pemasukan dan pengeluaran dana kampanye), laporan audit, serta pengumuman laporan dana kampanye untuk dapat diketahui masyarakat luas.

Ilsutrasi : indonesiarayanews.com



No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.