Monday, May 6, 2013

Legenda Putri Saadong dari Kelantan

Aku bersumpah tak lagi kuinjak negeri Kelantan sehingga cukup tujuh turunan.




Nama Putri Saadong bagi sebagian masyarakat Kelantan mungkin populer, namun tidak bagi generasi mudanya atau bagi rakyat Indonesia. Kisah Ratu Saadong I mirip dengan Dewi Sinta istri Sri Rama yang bisa menjaga kesuciannya setelah bertahun diculik Rahwana dari Kerajaan Siam.

Kecantikan Putri Saadong termashur hingga ke pelosok Nusantara bahkan hingga terdengar oleh Maharaja Siam bernama Raja Narai (1656 - 1688). Sang maharaja yang jatuh cinta hanya karena mendengar kabar kecantikannya saja mengirim utusan untuk melamar Putri Saadong.

Karena sudah menikah. Putri Saadong menolak lamaran Raja Narai. Penolakan itu membuat sang raja marah, kemudian mengirim bala tentara dipimpin Panglima Phraya Decho untuk menyerang Kelantan dan menculik putri Saadong. Upayanya berhasil, Putri Saadong pun dibawa ke Negeri Siam (sekarang Thailand).

Karena kesetiaan kepada suaminya, Putri Saadong tetap menolak diperistri Raja Narai meski Kerjaan Siam dan seluruh isinya diberikan untuknya. Putri Saadong tak tersentuh oleh Raja Narai. Setiap kali Maharaja Siam itu ingin bersamanya, ia langsung dijangkiti oleh penyakit kulit yang sangat sulit diobati. Hingga Raja Siam dinasihati oleh para penasihat istana dan dukun-dukunnya agar mengantarkan kembali Putri Saadong ke negeri asalnya. 

Tigabelas tahun menjadi tawanan di negeri Gajah Putih, Putri Saadong tetap menjaga kesucian dan kesetiaannya terpelihara. Raja Narai akhirnya putus asa dengan penolakan Putri Saadong serta penyakit kulit yang dideritanya, akhirnya raja menuruti nasihat para dukunnya dan mengembalikan Putri Saadong ke Kelantan.

Sekembalinya Putri Saadong ke Kelantan, negeri itu heboh luar biasa. Tak menyangka sang putri akan pulang kembali setelah 13 tahun hilang. Namun, hati sang putri sedih dan kecewa karena mendapati suaminya Raja Abdullah telah menikah lagi.

Ketika bertemu kembali, terjadi percekcokan hingga Raja Abdullah tertusuk konde Putri Saadong yang dilepas dari rambutnya. Pendapat umum mengatakan bahwa Putri Saadong telah membunuh suaminya, namun kajian terbaru membuktikan Putri Saadong tidak membunuh seperti yang disangkakan sebelumnya.

Selepas kemangkatan Raja Abdullah, Putri Saadong melantik Raja Rahim, saudara Raja Abdullah menjadi Sultan di Kota Mahligai pada 1671 M (1082H) dan menikahkan dengan janda Raja Abdullah, Anak Penghulu Ngah Jembal.

Kesedihan hati Putri Saadong membuatnya merana. Untuk menyembuhkan diri dan melupakan yang dialaminya, ia memutuskan pergi ke Hulu Kelantan hingga sampai ke Aceh. Sebelum menaiki kapal meninnggalkan Kelantan, disebutlah sumpah, "Kutinggalkan rakyat, kutinggalkan negeri, kutinggalkan harta, kutinggalkan segala. Merajuk diriku sehelai sepinggang, lalu berlabuh di tempat asalku, di mana bumi kupijak, di situ langit kujunjung, aku bersumpah tak lagi kuinjak negeri Kelantan sehingga cukup tujuh turunan."

Sampai di Aceh, ia menukar namanya dengan nama Putri Hijau atau Ratu Hijau. Ia mengambil nama itu karena ketika sampai di bumi Aceh, sepanjang jalan disambut tanam-tanaman yang subur menghijau. Di sana sang putri bertemu dengan para ulama dan banyak belajar ilmu-ilmu agama.

Setelah lama tinggal di Aceh dan menemukan ketenangan hati, ia bertemu jodohnya kembali dengan seorang anak Raja Bugis yang tengah berkunjug ke Aceh. Mereka menikah dan Raja Bugis itu kemudian menjadi Sultan Gowa yang bergelar Mappadulu Daeng Muttimung Karaeng Sanrabone Sultan Abdul Jalil Tuminanga Ri Lakiyung (1677 - 1709). Hasil perkawinan tersebut dikaruniai seorang putri bernama Putri Kesumawati Jumro Kapilin (1689 - 1760) yang merupakan keturunan yang pertama.

Setelah lebih dari empat abad Putri Saadong I meninggalkan Kelantan, akhirnya Tengku Putri Anis Raja Sazali generasi ke VII Ratu Saadong, Putri Raja Jembal dikukuhkan menjadi Sri Ratu Saadong VII di Kota Bharu, Kelantan. 


Dari berbagai sumber.
Ilustrasi : www.bharian.com.my



3 comments:

  1. aduhhh endingnya tidak enak...

    ReplyDelete
  2. WOW...BEGITU TO HIKAYATNYA, JADI INGAT ALMARHUMAH NENEKKU- BELIAU PERGI TINGGALKAN ALMARHUM KAKEK SAMBIL MEMBAWA ALMARHUM AYAHKU YG KETIKA ITU BARU BERUSIA 3 TAHUN, KARENA KAKEK TIDAK MAU MENCEGAH PARA BURUHNYA YG MAIN JUDI DAN NANGGAP TAYUBAN DIBEDENG MEREKA....HEBAT NEK..SEMOGA ALLAH SELALU MENGINGATKAN AKU AGAR AKU SELALU BERDO'A UTUKMU SAMPAI MATIKU NANTI. SEMOGA KITA DIPERTEMUKAN ALLAH DIFIRDAUSNYA KELAK- AMIN.

    ReplyDelete
  3. Bolehkah saudara beritahu kerurunan saadong yang 2 sampai ke 7 ni...adakah dia ada kaitan ngan keturunan kerabat kerajaan negeri perak malaysia...

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.