Thursday, May 30, 2013

Apa Tujuan Regenerasi Politik?

Saat ini banyak partai politik yang dikendalikan kalangan muda.



Ketika konstitusi kita membatasi masa jabatan presiden hingga hanya dua periode, muncul harapan tampilnya  pemimpin muda ke permukaan. Wacana regenerasi politik diapungkan di tengah-tengah eksistensi tokoh-tokoh lama yang rata-rata berusia di atas 60 tahun dalam suksesi kepemimpinan nasional. 

Sederet nama masih bertahan dan populer, seperti Megawati, Prabowo Subianto, Aburizal Bakrie, Jusuf Kalla, Wiranto dan Surya Paloh. Tidak kalah dengan kaum tua, dalam kancah kepemimpinan nasional muncul nama-nama baru sebagai figur alternatif.  Masyarakat mulai mengenal nama Mahfud MD, Wirjawan, Irman Gusman, hingga ke Jokowi yang fenomenal. Inikah pertanda bahwa kepemimpinan (politik dan pemerintahan) kita kelak akan semakin muda, dinamis dan berkualitas?

Jawaban atas pertanyaan itu, belum pasti. Mengingat beberapa pemberitaan kasus-kasus korupsi yang kini mencuat bahkan terdapat deretan pemimpin-pemimpin berkategori muda dalam usia. Jadi pemimpin tidak harus dinilai dari tua atau muda, berasal dari parpol atau tidak. Faktanya, banyak kalangan muda yang memperoleh kesempatan untuk mengendalikan pos-pos politik penting justru meniru pikiran, perilaku, dan keterampilan kalangan tua.

Saat ini banyak partai politik yang dikendalikan kalangan muda, tetap juga menunjukkan perilaku politik yang tua. Seperti dalam soal korupsi, misalnya. Inikah regenerasi politik itu? Semoga saja bukan... sebab andaikan iya, siapa yang dapat menolak dan menghentikan laju regenerasi politik semacam ini?

Ilustrasi : news.liputan6.com

1 comment:

  1. CALON TERBAIK UNTUK INDONESIA ADALAH JOKO WIDODO ..mARI Gabung dengan Kita di FACEBOOk JOKOWI PRESIDEN KU untuk Ber Opini
    https://www.facebook.com/groups/Jokowi.Indonesiabaru/

    Bung Leo

    ReplyDelete

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.