Sunday, March 31, 2013

Replika Checkpoint Charlie

 Pintu perbatasan Jerman Barat dan Jerman Timur yang dibatasi tembok Berlin.



Berlin, ibu kota Jerman, masuk pada 50 besar kota turisme terbaik, meski bukan kota teramah bagi turis asing. Pos Checkpoint Charlie di puing-puing tembok Berlin adalah salah satu objek wisata andalan dengan daya tarik tersendiri yang ditawarkan pada wisatawan. Ketika tembok Berlin masih berdiri, Checkpoint Charlie adalah salah satu pintu masuk ke sektor Amerika.

Jejak-jejak peninggalan Amerika di sudut persimpangan jalan antara Jalan Zimmerstra├če dan Friedrichstra├če masih dapat dijumpai. Ada papan pengumuman yang ditulis dalam empat bahasa, Inggris, Rusia, Prancis dan Jerman, " Ini adalah perbatasan Amerika, penggunaan senjata saat tak bertugas dilarang. Patuhilah peraturan lalu lintas", ada juga gambar tentara Amerika yang menghiasi tiang-tiang listrik. 

Checkpoint Charlie, sampai kini masih aktif dan dijaga petugas berseragam tentara. Hanya mereka tidak lagi berdinas sebagai militer, melainkan termasuk pada bagian promosi pariwisata Berlin di kawasan bekas titik ketegangan Jerman Barat dan Jerman Timur itu.

Checkpoint Charlie dibangun pada 1961, menjadi salah satu dari tujuh pintu perbatasan Jerman Barat dan Jerman Timur yang dibatasi tembok Berlin. Tembok Berlin dibangun untuk memisahkan wilayah Jerman yang memiliki paham berbeda. Jerman Barat menganut paham liberal dengan sokongan tiga sekutunya, Prancis, Inggris dan Amerika Serikat. Jerman Timur berpaham sosialis, dengan dukungan negara komunis Uni Soviet (Rusia) dan sekutunya.

Ketegangan pertama di Checkpoint Charlie terjadi pada 22 Oktober 1961, ketika diplomat AS diperiksa tentara Jerman Timur saat ingin menonton opera. Lima hari kemudian, tank dari kedua pihak bersiap 100 meter dari perbatasan. Ketegangan ini mereda setelah terjadi pembicaraan antara Robert F. Kennedy, pengacara militer AS, dan Georgi Bolshakov, agen rahasia Uni Soviet, KGB.

Ketegangan berikutnya menyusul setelah kematian Peter Fechter, remaja Jerman Timur, pada 17 Agustus 1962 yang tewas ditembak tentara Uni Soviet saat mencoba kabur ke Jerman Barat melalui Checkpoint Charlie menarik perhatian dunia. Tentara AS tidak dapat berbuat apa-apa karena saat itu si remaja masih berada di daerah kekuasaan Soviet. Jasad Peter dibiarkan tergeletak di pagar kawat selama satu jam karena tentara Soviet takut ditembak tentara sekutu jika mendekat ke perbatasan. Setelah peristiwa ini, warga Amerika yang berdomisili di Jerman menggelar demonstrasi atas tindakan keji Uni Soviet dan Jerman Timur, serta pembiaran yang dilakukan Jerman Barat.

Tembok Berlin dan pos-pos checkpoint diruntuhkan pada 1989 menyusul kesepakatan politik kedua belah pihak, dan setahun kemudian, pada Oktober 1990, fungsi pintu masuk ke Jerman Barat maupun ke Jerman Timur dihilangkan menyusul penggabungan pemerintah Jerman. Sepuluh tahun setelah dihapuskan, Allied Museum membangun replika checkpoint yang kini menjadi favorit kunjungan wisatawan bila berada di Berlin. 

Hanya di Checkpoint Charlie, Anda akan diajak berfoto bersama oleh petugas berseragam tentara yang selalu membawa bendera Amerika. Kemudian dengan sedikit biaya tambahan, Anda bisa meminta stempel visa "Checkpoint Charlie".

Saturday, March 30, 2013

Festival Helaran Untuk Siapa?

Festival Helaran menyajikan berbagai kesenian Sunda.



Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sukabumi ke 99, Pemerintah Kota Sukabumi menggelar kirab budaya atau Festival Helaran pada 29 Maret 2013. Kegiatan ini diikuti oleh 33 sanggar dari 33 kelurahan dengan mempertontonkan kebudayaan asli daerah.

Tidak seperti tahun sebelumnya, Festival Helaran yang diselenggarakan dalam rangka menyambut HUT Kota Sukabumi kali ini jauh dari hingar bingar kehadiran penonton. Sepertinya Festival Helaran hanya konsumsi sederet undangan yang terdiri dari pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi saja. 

Semestinya Festival Helaran menjadi agenda tahunan yang sangat dinanti oleh warga Sukabumi. Fakta, bahwa ternyata kegiatan Festival Helaran hanya sebatas kegiatan seremonial dan belum mampu mengisi kerinduan warga terhadap kesenian daerah. 

Festival Helaran menyajikan berbagai kesenian Sunda, mulai dari beberapa kesenian Sunda dengan tema kaulinan barudak (permainan anak ; oray-orayan, hahayaman), sampai kesenian buhun yang jarang ditampilkan di depan umum, seperti tutunggulan, dongdang, ketuk tilu Sukabumian, hingga tarian goong kabuyutan (goong bende).

Pemerintah Kota Sukabumi, tidak cukup hanya dengan menyediakan ajang Festival Helaran sebagai wadah bagi warga Kota Sukabumi khususnya seniman untuk sekedar menunjukkan kebolehan dan kepiawaiannya dalam berkesenian. Generasi muda Kota Sukabumi merindukan tempat berolah seni, sebagai tempat untuk mempelajari seni tradisional dan ikut melestarikannya. 

Sebagaimana diatur dalam penjelasan UUD 1945, bahwa setiap daerah harus melestarikan kebudayaan asli masing-masing, maka Kota Sukabumi tetap menjaga kelestarian kesenian Sunda. Sayangnya, sampai kini tak ada gedung kesenian di Kota Sukabumi.


Dirgahayu Kota Sukabumi Ke 99


Sumber photo : www.wisatanews.com

BACA JUGA :
Isu Kudeta dan Bakti Sosial
Potensi Ekonomi Bambu
Sawah Apung di Lahan Rawan Banjir
Gatot Kaca dan Mitos Prasejarah
Memahami Anak Down Syndrome
Mengapa Harus Buat Provinsi Baru?
Dinasti Politik di Indonesia

Friday, March 29, 2013

Isu Kudeta dan Bakti Sosial

Berlebihankanh jika Presiden memperhitungkan adanya ancaman kudeta?



Kudeta (coup d'etat) berarti merobohkan legitimasi atau pukulan terhadap negara dengan tindakan pengembalian kekuasaan secara ilegal. Bahkan, kudeta seringkali dilakukan secara brutal  dan inkonstitusional. Dalam sejarah Indonesia, upaya kudeta pernah terjadi pada 30 September 1965.

Isu kudeta sempat menghangat beberapa hari yang lalu, konon Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia diisukan akan melengserkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Boediono melalui aksi demo secara serentak di 25 provinsi pada Senin 25 Maret 2013. Di Jakarta, aksi tersebut ternyata hanya diisi dengan kegiatan bakti sosial berupa pembagian sembako yang melibatkan  kurang lebih tiga ribu warga di halaman kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Jauh dari gambaran suasana mencekam dan genting, meski aparat tentara dan polisi bersiaga penuh.

Munculnya isu kudeta pada pemerintahan SBY-Boediono sudah sering terjadi. Kali ini, isu itu dipicu oleh pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto bahwa ada gerakan-gerakan yang akan menggulingkan pemerintahan. Adanya gerakan ini berdasarkan laporan dari pihak intelijen. Hal ini diikuti oleh kedatangan mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dan Danjen Kopasus, Letjen Purnawirawan Prabowo Subianto dan tujuh jenderal purnawirawan lainnya ke Istana Presiden.

Berlebihankanh jika Presiden memperhitungkan adanya ancaman kudeta? MKRI pimpinan Adhie Masardi dan Ratna Sarumpaet, diisukan akan mengambil alih kekuasaan dengan batas waktu sebelum Pemilu 2014. Ini diikuti pembentukan pemerintahan transisi dengan menunjuk tokoh-tokoh tertentu untuk menjalankan pemerintahan sementara. Selama masa transisi, mereka akan mengubah peraturan perundang-undangan hingga menyiapkan pemilu. Sampai akhirnya, terbentuk pemerintahan baru.

Langkah yang diambil presiden dalam menyikapi isu kudeta, selalu terkesan berlebihan dan cenderung paranoid. Seperti menghadirkan aparat yang dilengkapi dengan senjata dan kendaraan pengamanan canggih di tempat-tempat strategis yang justru menjadi teror tersendiri bagi masyarakat. Presiden seharusnya bersikap akomodatif terhadap masukan berupa ketidakpuasan dan ketidaksukaan terhadap kepemimpinannya. 

Dalam suatu pemerintahan, ketidakpuasan dari sisi manapun tidak dapat dihindarkan. Namun, pemerintah harus tetap fokus menjalankan roda pemerintahan dan tetap mengemban amanat penderitaan rakyat. 


Sumber photo : www.metrotvnews.com
Referensi : Tajuk Rencana, PR, 27 Maret 2013

BACA JUGA :
Mengapa Harus Buat Provinsi Baru?
Dinasti Politik di Indonesia
Bawang di Antara Kartel dan Spekulan
Kenangan dari Training for Trainers ESD
Mengapa Menghindari Pajak?
Belajar Soal Perempuan dari Kerala dan Finlandia
Siapa Calon Presiden 2014?
Kapan Harus Minum Obat Kuat?

Thursday, March 28, 2013

Potensi Ekonomi Bambu

Dalam perjuangan merebut kemerdekaan kita, bambu urun bakti.



Bambu merupakan identitas bagi masyarakat Indonesia. Keberadaan bambu seperti halnya batik lekat dengan budaya, sosial, dan sejarah perjuangan bangsa.

Sejak dahulu, bambu digunakan sebagai pengganti cangkir untuk minum atau bambu sebagai tempat menyimpan air, tempat nasi atau bakul (boboko), hingga untuk dinding (bilik). Bambu juga membantu perkembangan budaya, seperti angklung, karinding, calung, suling dan sebagainya. Bahkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan kita, bambu runcing ikut memberi bukti.

Pohon bambu tumbuh subur di lingkungan  sekitar kita dan beragam jenisnya. Dari sekitar 1500 spesies bambu di dunia, 174 spesies atau 10 persennya di antaranya berada di Indonesia. Sayangnya, potensi ekonomi bambu Indonesia belum mampu berbicara banyak dalam arus perdagangan bambu dunia. Saat ini, industri bambu dunia masih dikuasai Cina, Taiwan, Vietnam, dan India.

Invetasi di sektor bambu selama ini kurang diminati karena tidak ada jaminan pasokan bahan baku. Namun kini semakin disadari pentingnya keberadaan hutan bambu maupun komoditasnya, baik terhadap pelestarian lingkungan maupun potensi perekonomian masyarakat pedesaan. Maka seiring meningkatnya kebutuhan bambu di masyarakat dilakukan berbagai upaya pemulihan dan pelestarian lingkungan.

Provinsi Jawa Barat pernah dikenal sebagai daerah berkultur hutan bambu, sebagai salah satu penunjang kesuburan, kelestarian lingkungan dan kultur masyaraktnya. Namun, pada dekade terakhir banyak kawasan hutan bambu yang hancur karena penebangan liar dan habis dijual sehingga berdampak pada risiko longsor, banjir dan kekeringan.

Potensi pohon bambu, umumnya terdapat di kawasan-kawasan perbukitan atau tinggi, seperti di Bandung, Sumedang, Subang, Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Ciamis, dan Majalengka. Menurut Sobirin Supardiono, Koordiantor Dewan Pakar Pemerhati Lingkungan Kehutanan dan Tatar Sunda (DPLKTS), saat ini di Jawa Barat masih ada sekitar 40 juta rumpun bambu yang mendesak diselamatkan, bahkan harus dapat dikembangkan kembali, terutama pada lahan-lahan di kemiringan 20-80 derajat.

Pengembangan kembali hutan bambu di Jawa Barat akan di giatkan kembali, setidaknya ada empat pihak yang saat ini berminat melakukannya, Dinas Kehutanan Jawa Barat, PT Bakti Usaha Menanam Nusantara Hijau Lestari I, PT Perkebunan Nusantara VIII, dan Perum Perhutani Unit III. Pengembangan kembali hutan bambu diantaranya diarahkan kepada industri lamina, termasuk pengembangan kerajinan anyaman, terutama di Tasikmalaya dan Majalengka.

Wednesday, March 27, 2013

Sawah Apung di Lahan Rawan Banjir

Perlakuan  sawah apung tidak jauh berbeda dengan sawah konvensional.



Menanam padi dengan cara sawah apung merupakan teknologi baru bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir. Selama ini, petani tidak pernah memanfaatkan sawahnya yang terendam banjir. Padahal, banjir bisa terulang terus setiap tahun. Upaya mengatasi masalah tanam padi di musim banjir, telah dikembangkan sawah apung untuk mengatasi kesulitan petani di wilayah Kecamatan Padaherang, Kalipucang dan sekitarnya di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Perlakuan atau pemeliharaan sawah apung tidak jauh berbeda dengan sawah konvensional atau yang di tanam di atas tanah. Perbedaan sawah apung dengan sawah konvensional adalah media tanamnya. Sawah apung ditanam di atas rakit yang diberi sabut kelapa, jerami, serta tanah. Rakit berfungsi agar sawah terapung, sehingga tidak terpengaruh ketinggian banjir. Perbedaan lainnya, saat panen padi tidak dapat dirontokkan di tempat melainkan harus dibawa ke darat.

Sawah apung di Desa Ciganjeng yang diprakarsai oleh Taruna Tani Mekar Bayu bekerja sama dengan Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI), ditanami benih padi jenis IR 64 dengan metode tanam model SRI atau ditanam perbiji. Pemeliharaan dilakukan dengan pupuk dan penyemprotan hama secara organik. Panen perdana sawah apung dilakukan tanggal 14 Maret 2013, dengan hasil produksi 6,2 ton dari lahan seluas seratus bata. Percobaan pembuatan sawah apung sudah dimulai sejak 2010.

Hasil produksi sawah apung relatif banyak, dan memiliki keunggulan lain yaitu petani bisa menanam ikan. Namun, masih perlu upaya merubah pola pikir petani dari yang semula menjadi petani konvensional menjadi petani sawah apung dengan mina ikan.  

Photo dan referensi : PR,  27 Maret 2013

Tuesday, March 26, 2013

Gatot Kaca dan Mitos Prasejarah

Sosok tokoh yang berhasil menaklukkan naga itu adalah Gatot Kaca yang masih berusia bayi.




Berdasarkan penelitian Masyarakat Arkeologi Indonesia (Mari), terdapat serangkaian lukisan yang diperkirakan mitos pada masa pra sejarah di permukaan batu menhir yang dapat dilihat di bukit Gunung Pojok Tilu, Desa Banjaran, Desa Karangkancana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. 

Menurut Dr Ali Akbar, Dosen Fakultas Pengetahuan Budaya Jurusan Arkeologi Universitas Indonesia (UI), dari beberapa gambar yang terukir pada batu menhir itu, melukiskan sebuah mitos serangan kekuatan jahat dari bawah bumi yang ditaklukkan orang sakti.

Serangan jahat dari dunia bawah berdasarkan mitologi, terukir pada batu berupa ular naga. Ketika naga itu muncul ke permukaan bumi untuk melakukan aksi kejahatan di permukaan bumi, berhasil ditaklukkan oleh sesosok berilmu tinggi. Berdasarkan referensi mitologi cerita pewayangan, sosok tokoh yang berhasil menaklukkan naga itu adalah Gatot Kaca yang masih berusia bayi.

Lukisan pada tiga sisi batu menhir, satu sisi di antaranya berisi ukiran gambar naga yang baru setengah badan muncul ke permukaan bumi. Pada sisi berikutnya jika dilihat searah perputaran jarum jam, berisi gambar utuh seekor naga yang ekornya sedang dipegang erat sesosok manusia membawa senjata tajam mirip kudi, cikal bakal kujang. Kemudian pada sisi berikutnya berisi gambar yang menyerupai gegunungan seperti yang biasa ditampilkan pada kesenian wayang kulit atau wayang golek.

Gambar yang menyerupai gegunungan, berdasarkan pengamatan sementara tim Mari, membentuk gambar gunung yang sedang meletus, atau sebuah gegunungan disangga oleh dua orang. Satu orang di antaranya seperti menggambarkan tokoh Semar pada cerita wayang.

Penelitian misteri menhir yang terdapat di situs baru bertulis di puncak bukit Gunung Pojok Tilu masih terus dilakukan, termasuk meneliti usia tanah dan menghimpun sejumlah keterangan dari sejumlah budayawan. Terkait adanya penelitian arkeologi tersebut, H Aang Hamid Suganda, Bupati Kuningan, menghimbau pemerintah desa dan masyarakat setempat untuk membantu menjaga keutuhan batu tersebut. 

Monday, March 25, 2013

Memahami Anak Down Syndrome

Anak down syndrome memiliki keterbatasan berkomunikasi.




Anak down syndrome memiliki keterbatasan berkomunikasi, meski lambat menangkap apa yang kita katakan janganlah dianggap mereka tidak tahu apa-apa. Pengetahuan mengenai hal ini dapat membuat orangtua menerima anak sejak awal, karena tiga tahun pertama kehidupan anak merupakan masa yang menentukan masa berikutnya. 

Down syndrome merupakan satu kumpulan gejala yang terlihat pada anak akibat adanya kromosom yang berlebihan. Pada kondisi normal,  bayi dilahirkan dengan jumlah kromosom 46. Namun, penderita down syndrome memiliki 47. Terjadi kelebihan pada kromosom 21.

Menurut Prof Dr dr Dadang Sjarif, SpA(K), Kepala Subdivisi Perinatologi Ilmu Kesehatan Anak (IKA), Rumah Sakit Hasan Sadikin, down syndrome terjadi pada proses pembuahan (bersatunya seperma dan sel telur). Pada saat pembelahan, terjadi kesalahan sehinga ada beberapa risiko untuk menjadi down syndrome. Akibatnya, terjadi morfologi yang berlainan dengan kromosom biasanya.

Ibu hamil pada usia di atas 35 tahun (dan pada saat konsepsi suami berusia 55 tahun) berisiko memiliki anak down syndrome. Diperkirakan, terjadi perubahan hormonal yang menyebabkan translokasi kromosom 21 dan 15. 

Down syndrome bukan penyakit keturunan dan tidak menular. Namun, karena ketidaktahuan, penderita down syndrome dijauhi, bahkan dikucilkan oleh teman sebayanya. Padahal, seperti anak lainnya, penderita down syndrome membutuhkan rasa nyaman dan penerimaan orang dari lain. 


Sunday, March 24, 2013

Mengapa Harus Buat Provinsi Baru?

Belum satupun daerah otonom yang dapat dijadikan prototipe.




Mengapa harus selalu lahir provinsi baru dengan alasan mensejahterakan rakyat serta pembangunan di sebuah wilayah? Bukankah itu hanya upaya memenuhi hajat birahi elite politik yang tidak kebagian wilayah kekuasaan?

Terlepas dari apa pun tujuan pembentukan sebuah provinsi, riak-riak politik yang ada di balik kepentingan itu lebih mudah dibaca. Berbagai komentar pun bermunculan, namun belum mengerucut pada sebuah kesepahaman. Seperti wacana ingin melahirkan provinsi baru di Jawa Barat dengan wilayah kabupaten dan kota perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Siapapun yang menggulirkan wacana pemekaran atau pembentukan sebuah provinsi baru bahkan pemisahan wilayah administratif, semestinya beritikad tulus memajukan daerah untuk mensejahterakan wilayah tersebut. Jangan hanya mengedepankan aspek politis semata, yang akhirnya akan menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia bercerai berai. 

Boleh saja ide pemekaran lahir karena membandingkan Provinsi Jawa Barat berpenduduk 45 juta jiwa di 26 kabupaten dan kota dalam wilayah geografis 34.817 km persegi, dengan Jawa Tengah berpenduduk 26 juta jiwa tersebar di 35 kabupaten dan kota dalam wilayah seluar 32.548 km persegi. Namun, luasnya cakupan wilayah geografis Jawa Barat bukanlah alasan bahwa masyarakat yang jauh dari pusat pemerintahan daerah sehingga harus dibuatkan provinsi baru untuk itu. 

Studi empiris tentang pembentukan daerah otonom, belum satupun daerah otonom yang dapat dijadikan prototipe karena benar-benar mampu mensejahterakan rakyatnya. R Siti Zuhro, Peneliti Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), menyatakan bahwa kegagalan mayoritas daerah otonom baru terjadi karena sebenarnya alasan politis lebih dominan ketimbang alasan lain. Elitelah yang mendorong pemekaran daerah. Namun, orientasinya untuk mengejar kepentingan politik dan ekonomi. Keuntungan politik dengan menguasai pemerintahan dan keuntungan ekonomi dengan menguasai proyek-proyek pembangunan di daerah.

BACA JUGA :
Dinasti Politik di Indonesia
Kiat Menang Tender tanpa KKN
Dextro, Mabuk dan Perkosaan
Kiat Memahami Sustainability
Bawang di Antara Kartel dan Spekulan
Kenangan dari Training for Trainers ESD
Penyebab Hilangnya Kesejahteraan Spiritual
Mengapa Menghindari Pajak?
Mengapa Perlu Sekolah Sobat Bumi?
Belajar Soal Perempuan dari Kerala dan Finlandia

Saturday, March 23, 2013

Dinasti Politik di Indonesia

Dinasti politik sebenarnya tidak melanggar aturan.



Dinasti politik telah dikenal sejak zaman kerajaan. Pada masa itu, kekuasaan diwariskan secara turun temurun dari ayah kepada anak. Tradisi mewariskan kekuasaan ini terus berlaku dengan menafikan potensi-potensi yang ada, sehingga kekuasaan tetap berada dalam lingkaran keluarga.

Sebagai negara bekas jajahan Belanda yang juga berasal dari kerajaan nusantara, gejala-gejala untuk kembali ke kondisi pada masa pra-Hindia Belanda nampak secara signifikan. Beberapa daerah di Indonesia, satu per satu membangun dinasti kekuasaannya. 

Dinasti politik sebenarnya tidak melanggar aturan, sebagai mana hak warga negara Indonesia untuk memilih dan dipilih adalah jaminan yang diberikan UUD 1945 bagi siapa saja yang maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Meski hal ini mencederai demokrasi dan dipandang kurang patut dan beberapa kalangan kurang setuju dengan dinasti politik, namun kesempatan untuk menghilangkan masyarakat atau kader potensial untuk tampil sebagai pemimpin ini tetap terbuka.

Penyelenggaraan pemilukada mulai ramai diwarnai wajah anak, istri atau kerabat terdekat para petahana. Padahal,Undang-Undang Antikorupsi, Kolusi dan Nepotisme, menyiratkan bahwa dinasti politik sebagai sesuatu yang tabu karena bertentangan dengan semangat anti-KKN dan memberikan peluang terciptanya pemimpin korup yang kemudian menghambat pemberantasan korupsi di Indonesia.

Penegakan hukum di Indonesia, sering tergagap ketika terbentur kepentingan politik atau perkara yang ditanganinya bersentuhan langsung dengan kekuatan politik yang sedang berkuasa. Meski pada kondisi tertentu penegak hukm cukup tegas menghadapi penguasa, namun secara umum tidak demikian dan bahkan terkesan alergi penguasa. Apakah hal ini yang menjadikan dinasti politik sebagai tren berpolitik kaum penguasa? 

Penguasa di mana pun, cenderung ingin memiliki kekuasaan lebih lama dan melanggengkan kekuasaan. Namun karena adanya aturan yang membatasi bahwa seseorang boleh menduduki jabatan kepala daerah hanya dua periode, para petahana akhirnya memilih memajukan kerabatnya untuk melanjutkan kekuasaan. Bisa juga karena alasan, bila kerabatknya yang berkuasa maka keburukan yang dilakukannya selama berkuasa akan tertutupi?

Hubungan partai politik pendukung dengan petahana selama ini menciptakan simbiosis mutualisma. Political bargaining menutupi kerugian yang dialami partai politik akibat praktek dinasti politik yang semakin subur di Indonesia. Bila hal ini terus berlanjut, Indonesia baru yang maju dan demokratis makin jauh dari harapan.


Friday, March 22, 2013

Kiat Menang Tender tanpa KKN

Tender, sebuah kata yang mengundang konotasi negatif.



Tender, sebuah kata yang mengundang konotasi negatif. Umumnya, yang terbayang secara otomatis begitu mendengar kata tender, sistem yang rawan praktek kolusi dan nepotisme. Benarkah selalu demikian?

Sebelum muncul Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) di tahun 2008, harus diakui bahwa dalam sebuah tender pemenang dengan spesifikasi perusahaan tertentu sudah terkunci sejak awal karena adanya praktek kolusi oknum aparat. Hal lain yang kerap muncul, perusahaan tertentu mengerjakan sebuah tender yang dikerjakan pemenang lain karena adanya ketidak transparanan. 

LPSE mempermudah keikut sertaan sebuah perusahaan dalam tender pemerintah, tanpa harus bersaing dengan ormas kepemudaan yang kadang-kadang sudah menguasai kantor pemerintah penyelenggara tender di masa lalu. Kini, perusahaan dapat meng-upload dokumen dari meja kerja. Seluruh dokumen, cukup diunggah sehingga kontak langsung dengan panitia lelang lebih minim. Hal ini, memunculkan rasa adil karena rekanan dalam jumlah banyak membuat tawaran tender pemerintah tidak lagi bisa mengarah ke vendor tertentu.

LPSE yang dikoordinasi Dinas Komunikasi Infortmatika Jawa Barat, berbasis sistem online, memungkinkan pengusaha dimana pun mendaftar jadi peserta dan secara transparan masyarakat dapat melihat mengapa sebuah perusahaan dapat menang. Tahapan proses dimulai dari daftar, verifikasi, lelang, pengumuman pemenang, dan sanggah pun diinformasikan melalui website LPSE yang bernama SPSE. 

Hingga awal 2013, sudah 26 kota dan kabupaten di Jawa Barat menggunakan perangkat LPSE dengan perincian 17 kota atau kabupaten sudah mengoperasikan sendiri (sistem provider) dan 9 daerah masih menumpang sistem LPSE Jabar. Sistem provider antara lain Kota Bandung, Kota Banjar, Kota Tasikmalaya, Kota Cimahi, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Cirebon, Kab. Bogor, Kab. Bekasi, Kab.  Bandung, Kab. Tasikmalaya, Kab. Cirebon, Kab. Majalengka, Kab. Kuningan, Kab. Sumedang dan Kab. Indramayu.

Thursday, March 21, 2013

Dextro, Mabuk dan Perkosaan

Ciri obat yang mengandung DMP biasanya berlabel DM.



Dextromethorphan atau dextro (DMP), adalah obat batuk over the counter (OTC) yang disetujui penggunaannya pertama kali pada tahun 1958. OTC artinya dapat dibeli secara bebas tanpa resep dan hanya boleh dijual di toko obat berizin.

Ciri obat yang mengandung DMP biasanya berlabel DM. Manfaat utama DMP adalah menekan batuk akibat iritasi tenggorokan dan saluran napas bronkhial, terutama pada batuk pilek. Dosis yang dianjurkan pada pengobatan batuk berkisar 15 mg sampai 30 mg yang diminum 3 kali per hari. Penggunaan dextro dalam dosis ini, relatif aman dan efek samping jarang terjadi.

Kini, dextro sebagai obat batuk telah disalahgunakan dan dikonsumsi remaja untuk mabuk dengan dikonsumsi dalam jumlah banyak sekali minum. Sangat miris membaca berita, seorang gadis di daerah Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya,  telah dicabuli enam pemuda yang sebelum aksinya telah mencekoki sang gadis sampai mabuk dengan dextro. Pelaku juga diketahui mengkonsumsi obat yang sama sebelum memperkosa sang gadis. Kemudian kasus perkosaan lain juga dialami seorang pelajar SMP di Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, dicabuli empat pemuda mabuk setelah mengonsumsi dextro.

Pemerintah, bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dinas Kesehatan, legislatif dan tokoh agama harus duduk satu meja untuk membahas masalah ini sebelum dampak salah guna obat batuk ini menjadi bom waktu bagi generasi muda.

BACA JUGA :
Kiat Memahami Sustainability
Bawang di Antara Kartel dan Spekulan
Kenangan dari Training for Trainers ESD
Penyebab Hilangnya Kesejahteraan Spiritual
Mengapa Menghindari Pajak?
Mengapa Perlu Sekolah Sobat Bumi?
Belajar Soal Perempuan dari Kerala dan Finlandia

Wednesday, March 20, 2013

Kiat Memahami Sustainability

Keberlanjutan berarti suatu proses dapat berjalan terus menerus.




Bumi adalah sebuah sistem yang butuh penyeimbangan antara Sosial, Lingkungan, dan Ekonomi agar dapat hidup berkelanjutan. Bagi umat manusia, keberlanjutan berarti mendapat kebutuhan dari Bumi yang sudah diciptakan sedemikian rupa, dalam wujud kebutuhan udara bersih, air bersih, makanan, dan minuman. Tentunya itu akan membuat manusia sangat senang, sedangkan bila tidak demikian berarti ketidak-berlanjutan.

Kebutuhan kita akan udara bersih, air bersih, makanan, dan minuman, meningkat seiring dengan peningkatan penduduk dunia. Tetapi kemampuan Bumi untuk memenuhi seluruh umat manusia terus menurun akibat gaya hidup kita. Manusia sangat bergantung pada sebuah sistem, tapi dalam perjuangan kita untuk mencapai kesejahteraan, manusia justru merusak sistem itu : lingkungan.

Keberlanjutan adalah berarti suatu proses dapat berjalan terus menerus. Bahwa sesuatu dapat berjalan dengan independen dan tak akan ada habisnya. Namun, saat ini kita terancam dalam ketidak-berlanjutan tersebut.

Bagaimana menguhubungkan ketiga pilar Lingkungan, Sosial, dan Ekonomi untuk menyadarkan akan kebutuhan pembangunan berkelanjutan? Untuk menguatkan pemahaman kita akan masalah keberlanjutan atau “Sustainability”, film animasi sederhana berikut dapat membantu.



Mari belajar dari Negara Swedia yang mengartikan keberlanjutan dengan 4 prinsip sederhana, 

Prinsip 1 : Mengurangi kebutuhan kita akan sumber daya fosil.

Prinsip 2 : Mengurangi kebutuhan kita akan bahan kimiawi berbahaya.

Prinsip 3 : Mengurangi kebutuhan kita yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

Prinsip 4 : Memastikan bahwa pemenuhan kebutuhan kita pribadi tidak menghalangi manusia lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.


Tuesday, March 19, 2013

Bawang di Antara Kartel dan Spekulan

Sistem pedagang kartel, dimulai saat pedagang menyembunyikan bawang.



Terjadinya kenaikan harga bawang akhir-akhir ini terjadi diduga akibat beberapa hal yang tidak logis, di antaranya adanya sistem perdagangan kartel termasuk peran spekulan yang mempermainkan komoditas tersebut. Tersendatnya distribusi impor salah satu hal yang harus segera ditelusuri penyebabnya, pasalnya hampir 90 persen kebutuhannya masih mengandalkan pasokan impor.

Praktek kartel dalam komoditas impor bawang putih dan bawang merah menyebabkan harga bawang melonjak. Hal ini dapat diamati dari data Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), bahwa 50 persen kuota impor bawang putih dikuasai kartel atau asosiasi 21 perusahaan dari 131 perusahaan yang mendapatkan izin RIPH. Sistem pedagang kartel, dimulai saat pedagang menyembunyikan bawang, lalu bandar mencari barang untuk dijual pada distributor kemudian pada pengecer.

Selain kartel bawang, muncul dugaan adanya permainan spekulan dalam komoditas bawang, karena pelaku paham situasi pasar, sehingga kapan tarik dan kapan ulur tahu persis. Hal ini juga didukung situasi pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi di atas 6 persen, mendongkrak pertumbuhan konsumsi perkapita sehingga realitas demand lebih tinggi dari suplpy.

Sambil menanti UU Antiperdagangan Kartel, setidaknya pemerintah dapat menstabilkan harga bawang yang sudah menjadi kebutuhan pokok melalui intervensi pasar,  baik melalui kebijakan harga maupun ketersediaan komoditas agar cukup ada di pasaran. Selanjutnya, menangkap para koruptor perdagangan impor, meningkatkan subsidi pertanian, dan bila menteri pertanian tidak dapat menstabilkan harga padanya diberi kesempatan untuk turun jabatan.

Para spekulan harus dijerat dengan UU Pangan N0. 18 Tahun 2012 yang berkaitan dengan spekulan harga, bahwa seseorang yang dengan sengaja melakukan penimbunan dan menyebabkan harga pangan tinggi serta merugikan masyarakat, dapat diberikan sanksi administrasi, denda, dan pidana. 


Monday, March 18, 2013

Kenangan dari Training for Trainers ESD

Program "Pendidikan untuk Semua" Sekolah Sobat Bumi 



Kementerian Pendidikan Nasional sudah mengadaptasi Education for Sustainable Development (ESD) sejak 2005, namun informasi ini belum terinformasi dengan baik ke seluruh pelosok Indonesia. Harapan besar kemudian diletakkan pada pundak guru-guru untuk menularkan komitmen sebagai bangsa yang akan melaksanakan ESD di Indonesia.

Dalam mengakselerasikan ESD di Indonesia, Pertamina Foundation mengimplementasikan program ini ke setiap relung jiwa bangsa Indonesia agar turut bertanggung jawab melestarikan serta menjaga keberlanjutan peradaban Indonesia dan mewujudkan masyarakat dunia yang peduli pembangunan berkelanjutan melalui Program "Pendidikan untuk Semua" Sekolah Sobat Bumi sebagai program pendukung.

Bertempat di SMKN 3 Sukabumi, dilaksanakan Training for Trainers ESD (14-17 Maret 2013) yang diikuti oleh 43 peserta yang terdiri dari guru-guru terbaik sekolah Adiwiyata secara voluntary dari jenjang SD, SMP, SMA dan SMK se Kota Sukabumi. Selama empat hari, peserta mendalami Pemahaman Program Sekolah Sobat Bumi, Penguatan Materi Lingkungan, Pemahaman Pembangunan Berkelanjutan dan Jejak Ekologi, Pemahaman Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (ESD), Pemetaan Regulasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan kaitannya dengan ESD, Identifikasi kaitan ESD dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP), Pengenalan Kompas Atkisson dan Peta Berpikir ESD, Praktek-praktek Konsep Berpikir ESD dalam Manajemen Sekolah, Pemetaan Potensi Lingkungan Lokal, Pemahaman ESD dan Berpikir Sistem Berkelanjutan, Praktek-praktek Piramida Berkelanjutan, Identifikasi Tradisi Pembelajaran ESD, Praktek Peta berfikir Pembelajaran ESD dan Integrasi ke dalam Mata Pelajaran, dan Praktek Melengkapi KTSP, RPP dan Kegiatan Pasrtisipatif Menuju Sekolah Sobat Bumi.

Training for Trainers ESD tidak hanya dilaksanakan dalam ruangan berbatas empat dinding, namun juga dilaksanakan di alam terbuka. Hal ini, menurut Sururi Azis, Konsultan Pendidikan dari Pertamina Foudation, bertujuan untuk lebih menekankan bahwa sumber belajar ESD adalah lingkungan sekitar selain bahan ajar berupa buku-buku, multi media elektronik, dan internet.

Aulia Wijiasih, Master Trainer dari Pertamina Foundation menegaskan pentingnya mengangkat isu-isu lokal dalam setiap pembelajaran. Sebagai contoh, membahas es yang mencair di kutub akibat pemanasan global itu penting, namun hal ini menjadi kurang penting ketika tidak menyentuh alam pikiran siswa-siswa dengan lingkungan tempat Sukabumi. Oleh karena itu, dalam setiap aksi ESD isu-isu lingkungan lokal menjadi hal yang paling penting.

Beribu kesan dan kenangan Training for Trainers ESD terekam dalam ingatan yang tak akan terlupakan, dan berikut ini sebagian photo-photo kegiatan kegiatan itu. 


Selamat datang di Sekolah Sobat Bumi

Laporan Ketua Panitia oleh Kepala SMKN 3

Mewakili Kepala Dinas P dan K, Selamat mengikuti pelatihan...

Sururi Azis memandu perkenalan dengan alam

Beginilah bila alam membuat hati riang

Aulia Wijiasih memandu kontrak belajar

Angin bergerak kemana angin bertiup

Angin kiri....wussss.....

Ayooo...jangan takut sinar matahari...

Wuss....angin belakang...wuss .... 

Mengukur sampah CO2 

Footprint Calculator, coba deh.... http://footprint.wwf.org.uk/

Dila, "Kita butuh berapa planet untuk hidup?"

Ternyata kita penyumbang sampah karbon terbesar ya?

Adakah upaya menghentikan pencemaran?

Grafik sumbangan sampah karbon 

Helda, Trainer Seniorita ESD

Lebih dalam tentang Global Warming

Ssst... ada paparazi....

Serius .... 

Tujuh Prinsip ESD

Kegiatan rutin tiap pagi, Sururi Azis menagih refleksi hari kemarin....

Aulia Wijiasih Sang Master trainer

Waktunya jadi murid

Peta berpikir holistik...

Kembali ke hati nurani, kata Aulia Wijiasih dan Sururi Azis

Ini mind maping kemacetan di Sukabumi

Hati-hati ucapan dan tindakanmu....

Kajian lingkungan secara holistik

Menyusun piramida pembangunan berkelanjutan

Selalu ada banyak hal untuk dijelaskan

Piramida mencapai puncaknya

Mencari hubungan antara Nature, Ekologi, Sosial dan Wellbeing

Pandanglah lingkungan jangan dengan kaca mata kuda, namun secara holistik

Ikuti langkah-langkah ini untuk pembelajaran ESD

Terimakasih, saya hanya lelah.... Hattssiii.... 

Dengan ini pelatihan ditutup.....

Photo bareng Master Trainer dan Senior Trainer

ESD...Yes....Yes....Yes......!!!

Sampai jumpa di pelatihan berikutnya.....



BACA JUGA :
Penyebab Hilangnya Kesejahteraan Spiritual
Mengapa Menghindari Pajak?
Mengapa Perlu Sekolah Sobat Bumi?
Belajar Soal Perempuan dari Kerala dan Finlandia
Siapa Calon Presiden 2014?
Kapan Harus Minum Obat Kuat?
Tidak Ada Masalah antara TNI dan POLRI?
Ketika Gelar Doktor Dipertanyakan
Bangau Bluwok Semakin Terancam Punah