Tuesday, July 2, 2013

Solusi Kontroversi BLSM

Manula adalah pihak yang paling pantas menjadi sasaran BLSM.



Pemerintah mengalokasikan dana kesejahteraan atau dana program welfare (welfare state program) karena memiliki kelebihan kas di tangan yang sebenarnya di peroleh dari pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Dari dana ini, mengalokasikan program welfare antara lain untuk beras rakyat miskin, perbaikan perumahan, bantuan sekolah, kesehatan, dan yang paling kontroversial yaitu BLSM atau Bantuan Langsung Sementara Masyarakat.

Pemerintah telah beberapa kali melakukan program welfare atau setiap kali menaikkan harga BBM, sehingga program dan anggaran ini dianggap semacam uang sogok pemerintah supaya rakyat terhibur sementara. Seperti namanya bantuan sementara, BLSM tentulah program dadakan yang tidak berbasis konsep dan implementasi yang dapat dipertanggunjawabkan.

Sistem politik selama reformasi pendidikan bernegara sangat buruk. Setiap orang kaya yang mencalonkan diri mesti memberikan uang mahar ke partai, kepada petugas pengawas dan bagi-bagi kepada rakyat miskin ditambah program semacam BLSM sangat merusak martabat rakyat. 

Dalam khasanah keuangan negara, program welfare dialokasikan dengan permanen selama target memiliki suatu sifat atau keadaan tertentu. Semua target dibatasi dan diatur dalam undang-undang atau peraturan yang rigid. Hal ini hanya dapat diimplementasikan dengan sistem administrasi yang baik dan matang.

Programe welfare terdiri dari beberapa program, yaitu pensiun bagi manula, bantuan anak tergantung, bantuan pangan, bantuan kesehatan, bantuan keluarga sangat miskin, bantuan selama PHK dan belum menemukan pekerjaan baru, bantuan kecelakaan kerja, dan bantuan bencana alam. 

BLSM yang kontroversial seharusnsya digunakan untuk mengintroduksi pensiun. Bantuan ini diberikan kepada seluruh rakyat yang memasuki usia non produktif dan pantas mendapat kehormatan karena selama ini telah memberikan sesuatu kepada negara secara langsung (membayar pajak) atau secara tidak langsung dengan jalan menjadi pekerja murah supaya ekonomi menjadi menarik bagi investor dan pertumbuhan menjadi tinggi.

Manula adalah pihak yang paling pantas menjadi sasaran BLSM, malah seharusnya permanen selama mereka hidup. Manula sangat terukur karena usia tercantum dalam kartu identitas yang kapan mulai mendapatkan santunan tergantung dari harapan hidup dan berapa anggaran pemerintah tersedia. Jika anggaran pemerintah tidak tersedia, batasan usia mulai mendapat bantuan diundur mendekati usia harapan hidup. 

Modernisasi, monetisasi, orientasi imigrasi sudah memecah keluarga sedimikian rupa dan meninggalkan para manula tak terurus dengan baik. Dana bantuan manula (pensiun) yang setara BLSM harus diberikan secara permanen sesusai permasalahan manula yang akan terus bertambah. 

Ilustrasi : nasional.news.viva.co.id