Monday, January 30, 2017

Donald Trump Membuat Sensasi?



Kebijakan imigrasi Donald Trump, Presiden ke-45 AS telah mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang pemegang paspor dari tujuh negara yakni Iran, Irak, Suriah, Sudah, Somalia, dan Yaman, masuk ke wilayah Negeri Paman Sam. Trump seolah menutup mata dari fakta sejarah imigrasi di Amerika Serikat bahwa sejak tahun 1600-an, ketika pemukim pertama dari Eropa tiba di 'Dunia Baru' (New World) dan menempati area di Pantai Timur. 

Fakta sejarah itu diingatkan kembali oleh Mark Zuckerberg, "AS adalah bangsa para imigran, dan kita harus bangga karenanya." Tulis Mark Zuckerberg dalam laman Facebooknya, seperti dikutip dari NPR, Senin (30/1/2017).

Bos Facebook itu mengatakan, nenek moyangnya berasal dari Jerman, Austria, dan Polandia. Sementara, orang tua sang istri, Priscilla adalah pengungsi dari China dan Vietnam.

"Seperti banyak dari Anda, saya khawatir terkait dampak perintah eksekutif yang baru-baru ini ditandatangani Presiden Trump," kata Zuckerberg.

Ia menambahkan, pemerintah AS memang harus menjaga agar negara dan rakyatnya aman.

"Namun, sebaiknya kita melakukannya terhadap mereka yang nyata menghadirkan ancaman," kata Zuckerber.

Kebijakan Donald Trump juga ditentang CEO Apple, Tim Cook, "Apple tak akan pernah ada tanpa imigrasi, apalagi untuk berkembang dan berinovasi dengan cara yang akan kita lakukan."

Dalam pesan kepada para stafnya, Cook mengaku memahami kekhawatiran mereka terkait kebijakan imigrasi baru pemerintahan Donald Trump. "Saya berbagi keprihatinan dengan Anda semua. Itu bukanlah kebijakan yang kami dukung."

Sergey Brin, salah satu pendiri raksasa mesin pencari Google turut serta dengan para pengunjuk rasa lainnya di Bandara Internasional San Francisco pada Sabtu malam 28 Januari 2018 setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif terkait dengan imigrasi.

Kepada wartawan The Verge, Brin mengatakan kehadirannya adalah sebagai kapasitas pribadi dan tak mau memberikan komentar. Namun, kepada Forbes, Brin mengatakan, "Saya berada di sini karena saya adalah pengungsi." Demikian dilansir dari The Verge, pada Minggu (29/1/2017).

Keluarga Brin beremigrasi dari Uni Soviet ke Amerika Serkat pada tahun 1979 menghindari eksekusi terhadap Yahudi. Pendiri Google lainnya, Sundar Pichai juga imigran. (Liputan6)

Kepala eksekutif Google, Sundar Pichai menulis memo pada para pegawainya, mengingatkan bahwa perintah eksekutif Donald Trump bisa mencegah setidaknya 187 karyawan Google yang lahir di luar AS memasuki Negeri Paman Sam.

Ia juga meminta staf yang bepergian ke luar negeri untuk secepatnya pulang.

"Sangat menyakitkan melihat dampak secara personal terkait perintah eksekutif tersebut pada para kolega kami," kata Pichai.

"Kami kecewa atas dampak perintah tersebut dan setiap proposal yang dapat membatasi tim Google dan keluarga mereka, atau menciptakan hambatan bagi bakat-bakat besar masuk ke AS."

Dean Garfield, CEO Industry Technology Information Council mengatakan, keputusan Donald Trump sekonyong-konyong dikeluarkan tanpa peringatan. " Memicu ketidakpastian untuk berbagai macam orang, termasuk karyawan dalam sektor teknologi." (Liputan6)

Kehijakan Trump juga menegaskan bahwa 500.000 pemegang kartu hijau Amerika dari negara-negara ini - Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman - akan disetujui untuk masuk kembali hanya atas dasar kasus per kasus. Jika mereka sedang di AS, mereka pemegang kartu hijau akan diminta untuk berkonsultasi dengan pemerintah sebelum bepergian ke luar negeri. (Huffingtonpost)

Apapun yang terjadi ke depan terkait negeri Paman Sam ada di tangan Donald Trump. Donald Trump mungkin hanya ingin menarik perhatian dunia dengan kebijakannya yang sepektakuler. Atau mungkin Donald Trump ingin lepas dari bayang-bayang Barack Obama sehingga membuat kebijakan yang seolah-mencari sensasi. 

Kebijakan imigrasi Donald Trump bila benar hanya sekedar mencari sensasi, telah berhasil memicu demontrasi dan membuat mata dunia menatap kembali wajah Amerika Serikat tepat ke mata Donald Trump. Selanjutnya apa lagi yang akan kau lakukan Trump? Masih ada Freeport di Indonesia, ayo mainkan Trump. 

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.