Sunday, January 29, 2017

Mengenal Grasi Untuk Antasari Azhar




Pengabdian 22 tahun di kejaksaan mengantarkannya menjadi Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Ia menjadi ketua KPK pertama dari perwakilan jaksa. Kehadirannya menjadi ancaman bagi para koruptor yang tak pernah tersentuh hukum. 

Banyak koruptor masuk kerangkeng KPK. Namanya makin popular seiring keberadaan lembaga baru ini yang menjadi harapan masyakarat untuk memberantas korupsi yang sudah terjadi di mana-mana. Sayang, dua tahun berjalan, ia justru masuk tahanan karena pembunuhan. Kariernya pun langsung jatuh.Ia diberhentikan dari jabatannya. (VIVA)

Presiden Joko Widodo mengabulkan grasi yang diajukan terpidana kasus pembunuhan, Antasari Azhar. Grasi itu dikabulkan melalui keputusan presiden (keppres). Kepres itu juga berisi pengurangan masa hukuman Antasari selama enam tahun.  (Kompas

Antasari merupakan eks terpidana perkara pembunuhan bos PT Putra Rajawali Bantaran Nasrudin Zulkarnain dengan vonis 18 tahun penjara.

Mantan Ketua KPK itu sudah menjalani kurungan fisik selama tujuh tahun enam bulan.

Sementara total remisi yang dia peroleh ialah selama empat tahun enam bulan. Dengan demikian, total masa pidana yang sudah dijalani ialah 12 tahun.

Presiden Jokowi kemudian memberikan grasi berupa pengurangan hukuman selama enam tahun penjara. Dengan demikian, ia dinyatakan bebas murni. (Kompas

Bagi Antasari Azhar, permohonan grasinya yang dikabulkan presiden Joko Widodo memiliki arti yang sangat luas, bukan hanya untuk dirinya. “Sekecil apapun usaha yang kita lakukan dan berhasil, harus kita syukuri. Grasi ini memiliki makna buat saya, keluarga dan bangsa Indonesia,” kata Antasari Azhar (Pikiran Rakyat, 26/1/2017)

Pakar hukum Yusril Ihza Mahendra mengapresiasi grasi yang diberikan pemerintah kepada Antasari Azhar. Namun dia menilai, grasi demi hukum lebih pantas diberikan pemerintah kepada Antasari ketimbang grasi biasa karena permohonan Antasari.

Grasi demi hukum adalah istilah untuk grasi yang diberikan presiden bukan untuk mengintervensi kepada badan peradilan tetapi untuk membebaskan hukuman seseorang karena hanya jalan itu yang bisa diambil untuk membebaskannya dari ketidak adilan yang terjadi dalam proses peradilan. “Grasi yang diberikan presiden tampaknya bukan grasi demi hukum tetapi grasi biasa atas permohonan terpidana,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Meski Yusril menghargai grasi yang diberikan presiden, namun dia menilai grasi itu terlambat diberikan. Apalagi Antasari saat ini sudah bebas bersyarat pasca menjalani separuh tahanannya. “Waktu selama itu telah memberikan penderitaan yang luar biasa kepada beliau,” ucap Yusril.

Seperti diketahui, pada 10 November 2016 Antasari meninggalkan LP Tangerang dengan status bebas bersyarat sejak ditahan pada Mei 2009, Antasari divonis 18 tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan setelah dinyatakan terbukti membunuh Nasrudin Zulkarnaen, Direktur Putra Rajawali Banjaran, Antasari melalui kuasa hukumnya mengajukan banding, kasasi, serta peninjauan kembali, tetapi ia tetap dihukum.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.