Saturday, January 14, 2017

RECTOVERSO PADA RUPIAH MENGUNDANG MULTI TAFSIR?

BENARKAH ADA GAMBAR TERLARANG PALU ARIT DI UANG RUPIAH?


Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Uang Rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Sehinga sudah sepantasnya bila masyarakat senantiasa menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik.

Uang Kertas Pecahan Rp. 20.000, Rp. 50.000 dan Rp. 100.000 memiliki fitur sekuriti yang lebih tinggi dibandingkan uang kertas pecahan lainnya. Pencetakan dua pecahan ini memerlukan ketelitian khusus dan menggunakan mesin off-set simultan yang mampu mencetak gambar depan dan belakang secara bersamaan dengan tingkat presisi yang tinggi. Dengan teknik ini dapat dihasilkan unsur pengamanan rectoverso, yakni dua gambar yang berbeda di dua sisi berlawanan tetapi apabila diterawang membentuk suatu kesatuan gambar yang utuh. Proses pencetakan dua pecahan ini juga menggunakan teknik cetak intaglio yang akan memberikan hasil cetak timbul pada permukaan kertas uang.

Berikut ini uang gambar Uang Kertas Pecahan Rp. 20.000, Rp. 50.000 dan Rp. 100.000, dikutif dari www.peruri.co.id :



Uang kertas pecahan Rp. 20.000 memiliki dominasi warna hijau dengan gambar utama tokoh pahlawan nasional Oto Iskandar Muda sedangkan pada bagian belakang bergambar pemetik teh di perkebunan. Uang kertas ini memiliki beberapa fitur pengaman, yaitu : Gambar berupa logo BI yang dapat berubah warna apabila dilihat dari sudut tertentu, latent image tulisan BI dan benang pengaman yang berbentuk seperti anyaman yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet



Uang kertas pecahan Rp. 50.000 memiliki dominasi warna biru dengan gambar utama bagian muka adalah tokoh pahlawan Indonesia yang berasal dari Bali I Gusti Ngurah Rai. Pada bagian belakang uang terdapat gambar salah satu destinasi wisata di Pulau Bali yaitu Danau Beratan dengan Pura Ulundanu. Pada uang kertas ini terdapat tanda air/watermark bergambar sama dengan bagian muka dan blind code yang diperuntukkan bagi orang berkebutuhan khusus.



Uang pecahan Rp. 100.000 memiliki desain gambar utama tokoh proklamasi Indonesia Ir. Soekarno dan H. Mohammad Hatta di bagian muka dan Gedung DPR/MPR RI di bagian belakang dengan dominasi warna merah. Dalam pencetakan pecahan ini menggunakan teknik cetak intaglio dimana hasil cetakannya akan memunculkan elemen halus sampai tebal yang memberikan kesan kasar apabila diraba. Pecahan ini memiliki unsur pengamanan yang paling tinggi dibanding pecahan lainnya.

Benarkah ada gambar palu arit di uang RI seperti yang dikemukakan Ketua FPI, Habib Rizieq yang akan melaporkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo ke Mabes Polri terkait dugaan lambang palu arit di mata uang Rupiah?

Menanggapi informasi dan penafsiran yang berkembang di media akhir-akhir ini yang menyatakan bahwa uang Rupiah memuat simbol terlarang palu dan arit, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W Martowardojo menjelaskan bahwa uang RI tidak memuat simbol terlarang palu arit. 

Gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal sehinggan membentuk ornamen yang tidak beraturan. Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur penhgaman uang rupiah.

Gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang. Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus.

"Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000," jelasnya. (www.merdeka.com)

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.