SATIRE

SATIRE:



KAKEK SAKIT GIGI, JANGAN MAIN MERIAM BULUH!!!
Oleh : Heru Supanji
Sudah beberapa hari ini kakek lebih banyak diam dan mendengarkan. Tutup mulut mungkin membuatnya lebih nyaman daripada terlalu harus banyak bicara yang  membuat giginya senut-senut.

Kegaduhan sekecil apapun yang terdengar di telinga kakek membuat jantungnya memompa darah lebih deras ke seluruh tubuh. Semakin keras degup jantung, semakin keras senut-senut digiginya. Akibatnya kami terpaksa harus berbicara pelan-pelan, kadang terpaksa hanya berbisik-bisik.

Kami tidak boleh membuat Kakek tambah pusing dengan menanyakan kabar Kak Nazar atau Kak Nunun, Kakek sudah pusing dengan urusan KUD. Adalagi hal lain yang membuat Kakek tambah semakin pusing, urusan mafia pilkades.

Beberapa teman Kakek yang dulu menjadi tim sukses di pilkades yang lalu menuntut giliran ikut merasakan dan mengolah sawah bengkok sebelum jabatan Kakek berakhir. Sejak Kakek menjabat lagi menjadi Kepala Desa, sawah bengkok desa kami memang sudah menjadi rahasia umum dikelola dan dinikmati hasilnya oleh teman-teman Kakek itu.

Masalah sawah bengkok timbul mengingat masih ada beberapa teman Kakek yang merasa berjasa tapi belum mendapat kesempatan mengembalikan modal waktu mendukung pilkades dulu. Teman-teman Kakek khawatir pengganti Kakek tidak mempersilahkan mereka mengelola sawah bengkok. Beberapa dari mereka memaksa Kakek memperpendek masa kelola sawah bengkok agar yang belum bisa segera menggarap dan ikut menikmati.

Hari itu tidur siang Kakek terganggu keributan anak-anak yang bermain meriam buluh. Rupanya beberapa teman-temanku masih menyimpan karbid sisa bulan Ramadhan kemarin dan diam-diam menyalakannya di sawah belakang rumah kami. Kakek memintaku untuk menghentikan teman-teman bermain meriam buluh.

“Kakek sakit gigi, jangan main meriam buluh!!!” Begitu aku menegaskan teman-teman agar berhenti membuat keributan. Teman-teman sepakat berhenti karena memandang Kakek sebagai sesepuh, bukan karena takut padaku.... hehehee...

Teman-teman membawa pergi meriam buluh, entah kemana. Sampai tiba-tiba aku mendengar lagi ledakan lebih keras, dan kakek memandangku dengan tidak suka. Aku tahu Kakek murka.

Aku bergegas ke arah suara dari seberang sungai. Terlambat untuk dihentikan, salah satu temanku terkapar bersimbah darah dekat meriam buluh yang hancur berkeping-keping. Teman-teman yang lain entah dimana.

Aku Cuma bisa berbisik, ”Kakek sakit gigi, jangan main meriam buluh!!!”  

Puri Sunyi, 26 September 2011



Kata SBY, “Mereka lahir antara Juli sampai September.”
Oleh: Heru Supanji

Sekelompok penonton tampak mengamuk dengan memukuli penonton lainnya ketika pertandingan antara Timnas PSSI lawan  Bahrain baru saja berakhir di stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (6/9/2011), malam. Mereka seakan tak peduli ada SBY yang ikut menonton bersama mereka. Sungguh suatu arogansi ketidak sopanan rakyat dimata presiden.

"Ganti pelatih...ganti pelatih...!" Begitulah teriakan beberapa suporter timnas di bangku VIP saat Pasukan Garuda tertinggal 0-2 dari Bahrain dan pertandingan dihentikan menyusul hujan petasan di GBK. SBY hanya terpaku di tempat duduknya.

Staf Khusus Presiden SBY Bidang Hukum, Denny Indrayana ngotot membela "juragannya" di Twitter. Denny berusaha menampik ocehan para pengguna twitter yang mengatakan bahwa setiap kali SBY menonton  pertandingan Sepakbola, Indonesia pasti didera kekalahan. SBY semakin terpaku di tempat duduknya dan dicekam perasaan asing ditengah keriuhan GBK.

SBY teringat akan sejumlah dosen dan dekan Universitas Indonesia mengadukan persoalan internal UI ke Komisi IX DPR. Menurut mereka, pemberian gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Arab Saudi yang menuai banyak kecaman dari internal UI, hanya satu dari setumpuk masalah yang melanda perguruan tinggi terbaik di Indonesia itu.

SBY tidak akan mencampuri keputusan menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz, yang kini luas dikecam itu.

Pemberian gelar doktor kehormatan ini dikecam berkaitan dengan eksekusi hukuman pancung terhadap tenaga kerja perempuan asal Indonesia, Ruyati, yang dinilai sebagian kalangan tidak adil.

Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional berencana memanggil Rektor Universitas Indonesia Gumilar Rosliwa Somantri untuk meminta penjelasan mengenai polemik pemberian gelar doktor honoris causa dari Universitas Indonesia ke Raja Arab Saudi Abdulah bin Abdul Azis. Gumilar sendiri mengaku siap dan bersedia memberi penjelasan kepada Dirjen Dikti Kemendiknas.

Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq meminta semua pihak untuk menahan diri terkait polemik pemberian gelar Doktor Honoris Causa Bidang Kemanusiaan dan Ilmu Pengetahuan Teknologi kepada Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Azis.

Sebagian orang mungkin menganggap astrologi sebagai isapan jempol belaka, tapi tidak untuk SBY. Percaya atau tidak, sebuah penelitian di Inggris mengungkapkan bahwa bulan kelahiran Anda akan mempengaruhi profesi Anda di kemudian hari.

Seorang yang lahir bulan Desember misalnya cenderung menjadi seorang dokter gigi, sementara yang lahir Januari punya peluang besar menjadi seorang penagih utang.

Mereka yang berulang tahun pada Februari punya kemungkinan lebih besar untuk menjadi seniman. Ada pun yang lahir pada Maret biasanya menjadi pilot.
Lain halnya pada orang-orang yang lahir pada April dan Mei. Kelompok ini biasanya mempunyai profesi beragam. Sedangkan mereka yang lahir pada Juni sampai September punya peluang yang lebih kecil untuk menjadi pesepakbola, dokter, atau dokter gigi.

Seseorang bertanya,”Kenapa Pasukan Garuda selalu kalah?”

Kata SBY; “Mereka lahir antara Juli sampai September.”

Puri Sunyi, 8 September 2011


NUNUN KIRIM SMS: “DICARI AGEN-DISTRIBUTOR VIT C”
Oleh: Heru Supanji

Ketika Lebaran kemarin rupanya Nunun Nurbaeti Daradjatun sempat mengucapkan selamat lebaran kepada suaminya Adang Daradjatun melalui pesan singkat. Beberapa pihak mengatakan polisi seharusnya dapat menemukan Nunun dengan berbekal SMS tersebut.

Nunun merupakan buron KPK.  Nunun menjadi tersangka sejak akhir Februari 2011. KPK menduga Nunun terlibat dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia. Nunun diduga memberikan sejumlah uang kepada anggota DPR periode 1999-2004. Atas tuduhan itu, Nunun dijerat dengan pasal penyuapan yang diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b dan atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

SMS Nunun membuat gerah mafia hukum Indonesia yang selama ini selalu berhasil membungkam para tersangka korupsi yang tertangkap karena kebodohannya. Semestinya ibarat main petak umpet, diberi kebebasan lari sejauh-jauhnya kok masih bisa ditemukan? Nah itu namanya bodoh.

Karena kebodohannya itu maka tim mafia hukum menyiapkan dokter ahli saraf yang setiap saat bisa mengeluarkan pernyataan bahwa tersangka menderita Alzheimer (kepikunan akut) dan meminta penyidikan dihentikan untuk sementara waktu. Sampai ditemukan obat Alzheimer!

SMS Nunun yang sempat bocor salah satu diantaranya: “Kabar buruk datang dari dunia kesehatan. Kabarnya para ahli telah berhasil menemukan obat untuk mengatasi penyakit Alzheimer (kepikunan akut).”

SMS tentang penemuan para ahli tersebut jelas membuat ciut nyali para mafia hukum yang selama ini menggunakan modus agar buronan yang tertangkap beraksi tutup mulut, pura-pura lupa dan sejenisnya.

Memang selama ini dunia kesehatan belum dapat menemukan obat untuk mengatasi penyakit Alzheimer. Yang ada hanyalah pemberian beberapa jenis obat untuk mencegah gejala kepikunan semakin parah.

Sekelompok peneliti asal Swedia dari Lund University berhasil menemukan perkembangan pengobatan untuk pasien Alzheimer. Dari hasil penelitian mereka terungkap, vitamin C tinggi ternyata dapat menyembuhkan sel-sel yang rusak pada penderita Alzheimer.

Dikutip dari Genius Beauty, vitamin C dapat mengembalikan protein sel-sel di otak yang rusak. Ketika protein itu pulih, maka sel-sel saraf yang mengatur ingatan seseorang akan kembali pulih.

Hingga kini para ilmuwan itu masih terus mengembangkan penelitian mereka dan akan menampilkan hasilnya segera untuk membantu pemerintah Indonesia menuntasan kasus-kasus korupsi yang mandeg.

Dengan hati penuh senyum,
NUNUN KIRIM SMS:  “DICARI AGEN-DISTRIBUTOR VIT C”

Puri Sunyi, 7 September 2011.



AKU TAK TAHU MANA YANG TANGAN KIRI MANA YANG TANGAN KANAN
Oleh: Heru Supanji

Selalu ada perkerjaan kotor yang harus selalu dilakukan oleh setiap orang. Siapapun dan apapun orang itu pasti berususan dengan dua hal, kalau tidak bersih ya dengan yang kotor itu tadi.

Permasalahannya, siapa yang harus mengerjakan pekerjaan kotor itu?

Seorang anak kecil yang masih belum mengerti apa-apa atau katakan saja belum mengenal fungsi kedua tangan kanan dan kirinya dengan baik sudah dapat dipastikan dia akan meminjam tangan orang lain untuk membersihkan bokongnya. Jangankan bokongnya yang jauh dari pandangan matanya, ingus yang nemplok di hidungnya saja atau kotoran mata di sudut matanya saja mesti tangan ibunya yang membersihkan.

Sesuatu akan nampak kotor dan bersih itu hanya soal penglihatan, penciuman dan pendengaran. Semua yang tidak terlihat jelek, tidak tercium busuk dan tidak terdengar memuakkan sudah dipastikan mendapat predikat ‘bersih’. Begitu juga dengan sebaliknya, semua yang tidak terlihat tidak jelek, tidak tercium tidak busuk, dan tidak terdengar tidak memuakkan sudah dapat dikatakan tidak tidak bersih.

Bingung kan? Emang membingungkan, sebingung tangan kiri yang bertukar tempat dengan tangan kanan. Semestinya tangan kiri mengerjakan semua hal yang kotor-kotorn dan tangan kanan mengerjakan semua hal yang bersih-bersih saja. Jangan bicara soal keadilan, justru ini keadilan yang pantas.

Lalu apa yang tidak pantas?

Pantasnya tangan kanan tidak menyerahkan tanggung jawab ke tangan kiri sehingga tangan kiri lebih menonjol dari tangan lainnya. Begini jelasnya:

Diketahui, sebuah telegram rahasia mengungkapkan bahwa mantan Kapolri yang kini menjadi Kepala BIN, Jenderal (Purn) Sutanto, adalah tokoh yang telah mendanai FPI.

Pendanaan dari Sutanto itu diberikan sebelum serangan yang dilakukan FPI ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Februari 2006 silam. Namun kemudian Sutanto menghentikan aliran dananya setelah serangan terjadi.

"Yahya Asagaf, seorang pejabat senior BIN mengatakan, Sutanto yang saat itu menjadi Kapolri menganggap FPI bermanfaat sebagai ‘attack dog’,” ungkap telegram rahasia yang dipublikasikan oleh Wikileaks itu.

Saat pejabat kedutaan AS menanyakan manfaat FPI memainkan peran ‘attack dog’ itu, karena sebenarnya polisi sudah cukup menakutkan bagi masyarakat, Yahya menjelaskan bahwa FPI digunakan sebagai ‘alat’ oleh polisi, agar petugas keamanan itu tidak menerima kritik terkait pelanggaran Hak Asasi Manusia. Disebutkan juga bahwa mendanai FPI adalah sudah tradisi di lingkungan Polri dan BIN.

Kawat diplomatik yang dipublikasikan Wikileaks juga mengatakan bahwa FPI mendapatkan sebagian besar dananya dari petugas keamanan, tetapi mereka harus menghadapi pemotongan dana setelah serangan dilakukan.

Bocoran Wikileaks juga mengatakan bahwa mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen (purn) Nugroho Djajusman, sebagai tokoh yang ‘dihormati’ di lingkungan FPI.

Semakin bingung kan? Jadi aku simpulkan saja biar singkat: AKU TAK TAHU MANA YANG TANGAN KIRI  MANA YANG TANGAN KANAN

Puri Sunyi, 6 September 2011



TANYA KAKEK, PASTI DIA TAHU
Oleh : Heru Supanji

Kakek semasa dinasnya dulu adalah seorang serdadu yang disegani. Kata Bapak di semasa sekolahnya Kakek aktif sebagai pandu. Pengalaman di gerakan kepanduan itu yang membuat karir militernya cemerlang.  Selepas pensiun Kakek dipercaya memimpin desa kami, desa tempat dia di besarkan di masa kecil hingga remaja.   

Sering di waktu senggangnya kakek mengajari kami strategi perang dan penyamaran. Layaknya serdadu di medan perang kami juga mengenakan atribut seperti serdadu sungguhan hanya tanpa senjata. Senjata yang kami gunakan hanya mulut untuk menyebut nama, walau sambil berbisik. Siapapun yang bisa dipergoki di persembuniannya dan disebut namanya lebih dulu maka dia mati dan harus diam di sudut netral yang bisa dipandangi oleh semua orang yang sedang bersemunyi.

Keahlian Kakek bersembunyi dan melakukan penyamaran hanya bisa disamai oleh Kak Nunun dan setelah itu Kak Nazar. Mereka bertiga jago strategi, dan aku mengidolakan ketiganya. Kelak aku ingin seperti mereka juga.

Suatu hari Kak Nazar mendapat masalah dengan klub sepak bola binaan Kakek di desa kami. Dikabarkan konon Kak Nazar menggelapkan uang pembelian tanah untuk pembangunan lapangan bola yang akan  digunakan untuk kompetisi antar desa.  Ketika kabar itu sampai ke telinga Bapak, karuan saja Bapak murka. Tapi sayang Kak Nazar sudah pergi entah kemana.

Kami sekeluarga sibuk mencari keberadaan Kak Nazar yang melarikan diri karena takut dikeroyok orang sekampung. Setelah Bapak merasa putus asa, Bapak minta bantuan Kakek untuk menemukan tempat Kak Nazar bersembunyi. Kabar terakhir yang tersiar sebenarnya sejak awal Kakek sudah tahu dimana Kak Nazar bersembunyi, hanya karena simpanan Kakek yang akan dipakai Pilkades terbawa Kak Nazar maka Kakek akhirnya bersedia turun tangan dan meminta Kak Nazar pulang.

Belum selesai persoalan dengan Kak Nazar, tiba-tiba Bapak harus pusing lagi memikirkan Kak Nunun yang juga tidak pulang-pulang karena dikejar-kejar tagihan uang daging yang tidak disetor. Padahal daging seharusnya dibagikan dua hari menjelang lebaran kemarin. Hal itu juga sampai ke telinga Kakek. Tapi Kakek diam saja.

“Tanya Kakek, pasti dia tahu.” Kata hatiku penuh senyum.

Puri Sunyi, 5 September 2011


FATWA  MAJELIS MUDIK INDONESIA :
 MUDIK  HARAM  BAGI  YANG TIDAK MAMPU
Oleh: Heru Supanji

Hanya di Indonesia ada tradisi unik yang selalu menelan korban; MUDIK. Oleh karena itu kemudian timbul kelompok masyarakat yang menamakan diri Majelis Mudik Indonesia, semacam LSM yang bergerak di bidang sosial. Petugas mereka tersebar di sepanjang jalur mudik, mulai dari tempat penyebrangan kapal/fery sampai di tiap perempatan atau pertigaan jalan. Dengan bantuan mereka sepertinya aparat Polisi sangat terbantu tugasnya.

Mudik artinya pulang ke udik. Walau jelas mereka datang dari udik jangan coba-coba berkata ‘dasar orang udik’ kepada mereka. Harga diri mereka sudah sangat tinggi karena sentuhan metropolitan. Aku lebih suka menyebut mereka ‘kaum urban’, dan nyata sebutan ini membuat mereka nampak bersahabat. Walau kadang ada juga dari mereka yang kurang bersahabat karena memilih jalan pintas untuk mengejar kemewahan ibu kota.

Siang itu di Pos Kamling yang disulap jadi Posko Mudik dan pangkalaln ojek. Aku disambut teman-teman yang bertugas jaga, mereka membawakan barang-barang yang diturunkan dari bagasi bus. Sementara istriku menepi dan berteduh di Posko Mudik.

“Korban Mudik Lebaran sampai tanggal 1 September 2011 adalah: Meninggal 490 orang, luka berat 729 orang dan luka ringan 1.864 orang, kecelakaan sebanyak 2.773 kejadian. “ Mang Dadan membuka pembicaraan sambil tetap mengawasi arus balik yang kian  padat merayap.

“Kejadian bom Bali, dengan korban sekitar 200-an telah memacu pemerintah menjalankan program antisipasi sampai pre-emtive dengan biaya tinggi agar tidak terulang lagi. “ Mang Dadan berhenti sejenak karena harus menyebrangkan seorang nenek dengan cucunya. Aku menyedot sebotol teh dingin yang di sodorkan istriku.

“Tapi untuk menanggulangi korban mudik, pemerintah tidak menunjukkan perhatian yang serius. Apakah karena korbannya tidak ada orang asing?” kata Mang Dadan lagi setelah berada di pos sambil mengipas-ngipas lehernya dengan topi.

Top of Form
“Ironis memang!” Pak Akhmad Noerhadi Moekri menimpali sambil mengatur motor agar tidak berebut penumpang.

“Contoh paling dekat, di Nagreg, Jurang tanpa pagar pelindung, lampu-lampu tidak menyala karena sistem belum selesai, rambu dan marka belum lengkap. Tapi diresmikan secara lengkap, ada bupati, gubernur dan presiden.” Mang Dadan memaparkan lebih jauh.

“Hal ini mestinya diblow up oleh mass media.” Kata Pak Akhmad Nurhadi  Moekri sesaat setelah motor ojek berangkat. “ Ke mana mereka? “ tanyanya.
“Kalau semua mass media hanya dighunakan untuk kepentingan politik tertentu. Sementara pemerintah juga tidak peduli. Power people seharusnya menjadi pilihan.” Lanjut Pak Akhmad Nurhadi Moekri berapi-api.

“Terlalu mewah memang untuk ngurusin begituan...!” timpal  Hendiw Eto'o seorang ketua pemuda  yang siang  itu ikut bertugas pengamanan.

 “Maintenance  dan  pelebaran jalan saja seperti balapan dengan hari raya...”, imbuhnya setengah mengeluh.

 “Sabab kualitasna ukur tilu bulaneun, upami didangdosan awal-awal pas lebaran ruksak. Proyek infrastruktur dina diktum SPK disebatkeun masa pemeliharaan 100 hari, upami tos saratus dinten ruksak, nya dianggarkeun deui we taun payun.” Kata Mang Dadan padaku dalam bahasa Sunda.

Terpaksa aku menterjemahkan omongan Mang Dadan ke istriku yang menatapku penuh tanya. Kataku,” Mang Dadan bilang; sebab kualitasnya hanya untuk tiga bulan, kalau dikerjakan lebih awal tentu pas hari lebaran jalan sudah rusak. Pada diktum proyek infrastruktur, SPKnya menyebutkan masa pemeliharaan 100 hari, kalau sudah seratus hari rusak, ya... dianggarkan lagi saja tahun depan.”

“Kelak akan ada fatwa; Mudik haram bagi yang tidak mampu.” Kataku sambil naik salah satu motor ojek berikutnya, istriku juga naik motor ojeg yang lain.

“Pa Akhmad Nurhadi Moekri, di-blow up sudah sering hanya saja tidak di follow up; dinda Heru Supanji, Fatwa nembe berlaku di Puncak, Anu tiasa ka Puncak ukur anu numpak Van sareng Sedan, nu miskin ukur kabedag naek beus mah ka Sukabumi we.” Kata Mang Dadan sambil melambaikan tangan karena ojeg yang aku tumpangi keburu disuruh maju oleh Pak Akhmad Nurhadi Moekri.

·         Bahasa Sunda: Nembe=baru, tiasa=bisa, ukur=hanya, anu=yang, numpak=menaiki, kabedag=mampu, naek=naik

Puri Sunyi, 4 September 2011


Bottom of Form

UDAH NEVER ENDING STORY  EH UDAH GITU  TO BE CONTINUE LAGI
Oleh: Heru Supanji

Sekarang ada Aliansi Rakyat Advokasi Nazaruddin (Aliran).  Mereka, malah  mencipta lagu theme khusus buat Nazaruddin. Isinya meminta dia untuk terus "bernyanyi", menguak kasus-kasus korupsi di negeri ini.

Kata orang, Nazaruddin adalah kunci yang selama ini tahu siapa saja yang melakukan korupsi. Semua mendorong moral Nazar supaya mau bicara, untuk  membuktikan apa yang telah dia sampaikan ke publik. Nazar,  dibujuk supaya jangan takut karena para malaikat sudah masuk, para jin Islam sudah masuk untuk melindungi Nazaruddin jika jujur.

 "Tolong Pak Nazar, bertobat dan jujurlah untuk menegakkan kebenaran." Begitu permintaan mereka, salah satu dialogue yang sebenarnya tidak ada di naskah.

“Good Improvisasi “, kata Nazaruddin memuji lawan mainnya.

Nazaruddin membaca naskah lakon berikutnya yang harus dia perankan. Beberapa episode sebelumnya mencapai rating memuaskan. Dia ingat semua episode yang sudah sukses tayang seperti  The Amazing Of  BBM, To Singapore for Week End, The Red Notice Target, The Long Trip to Kolombia, dan yang baru saja tayang Silent Is Golden.

Nazaruddin masih belum tahu ending cerita yang bakal terus dibikin sekuelnya ini. Sejenak Nazaruddin menarik napas lega dan menggeletakan naskah begitu saja, matanya menatap layar monitor yang memutar thriller. Hatinya mengikuti lagu theme yang sengaja disumbangkan para penggemar fanatiknya.

Nazaruddin
Mengungkapkan kejahatan koruptor para siluman
Nazaruddin
Tegakkanlah kebenaran untuk menghancurkan kebohongan para siluman
Nazaruddin
Walau belati menghunusmu, mengancam dirimu, anak istrimu dan keluargamu.
Nazaruddin
Percayalah jika kau jujur dan bertobat, Allah akan melindungimu.

“Udah never ending story eh udah gitu to be continue lagi.” Batin Nazaruddin berdesah seraya menikmati sisa ketupat dan opor ayamnya.

Puri Sunyi, 3 September 2011

  
KANCIL  KOK  DILAWAN
Oleh:  Heru Supanji

Jangan  bermain hilal hilalan
Puasa haram kerena lebaran
Salah berhitung datangnya hilal
Arab bayar kafarat semilyar real

Aku terhenyak mendengar lagu itu. Anak-anak yang masih tidak mengerti politik, tata negara apalagi urusan astronomy  yang njelimet bisa bersyair seperti itu. Mestinya pemerintah Saudi Arabia juga akan merah kupingnya mendengar itu. Pasalnya niat mereka untuk Idul Fitri diam-diam dengan para negara sahabat ternyata berbuah simalakama. Dimakan bayar kafarat, tidak dimakan juga mubazir...

Menelusuri kebenaran memo raja Saudi Arabia yang menyoal ‘Bebaskan saudara kami Muhamad Nazaruddin’ ternyata hanya isapan jempol. Nama Muhamad Nazaruddin walau sama-sama terdengar arab ternyata tidak ada di daftar silsilah keluarga kerajaan. Ini titik terang untuk kasus hukum Nazaruddin yang hukumannya masih ditimbang-timbang.

“Itu hanya gertakan saja Tuan Presiden.” Kata intel yang mengendus ketidak beresan seputar intrik 1 Syawal 1432 H. Lebih lanjut intel kita melaporkan bahwa badan astronomi setempat  yang sebelumnya memberi kabar kepada pemerintah Saudi bahwa mereka telah melihat hilal sehingga kemudian pemerintah memutuskan Idul Fitri jatuh pada Selasa 30 Agustus 2011, namun ternyata  kemungkinan yang dilihat pada tanggal 29 Agustus tersebut bukanlah bulan tapi benda angkasa lain yang kemudian di yakini sebuah fenomena planet Saturnus yang beberapa tahun yang lalupun pernah terjadi fenomena semacam itu yaitu fenomena merkurius.

Kesalahanfahaman atas sebuah keputusan1 syawal  kemarin  dimungkinkan karena pemerintah mengacu dari berita yang disampaikan badan astronomi yang ditunjuk untuk mengamati hilal awal bulan syawal, dan kenyataanya yang mereka lihat bukanlah hilal tapi benda angkasa lain yang diperkirakan adalah planet saturnus dan kesalahan ini kabarnya telah di umumkan baik via media cetak maupun elektronik , pemerintah Saudi sendiri konon telah membayar kafarat untuk masalah  ini kurang lebih sebesar 1 milyar real.

Tuan Presiden merogoh saku dan mengeluarkan memo yang membuatnya tidak enak makan walau opor ayam dan ketupat adalah makanan favoritnya, juga tidak bisa tidur karena terus terima laporan tentang terjadinya kecelakaan yang memakan korban akibat mudik. Mungkin MUI harus mengeluarkan fatwa. Bahwa Haram Mudik Bagi yang Tidak Mampu.

“SBY... Bebaskan saudara kami Muhamad Nazaruddin! Ini peringatan hukuman  pancung buatmu !!!”,  sekali lagi Tuan Presiden membaca tulisan itu sebelum menyerahkanna ke Kepala Museum Sejarah untuk di bingkai sebagai prasasti.

Lebaran tahun depan anak-anak akan bisa melihat memo berbingkai itu di Museum Sejarah untuk mengingat kemenangan  bahwa “keputusan pemerintah Indonesia yang menyatakan tanggal 31 Agustus 2011 adalah 1 Syawal adalah benar.”

“Kancil kok dilawan...” batin Tuan Presiden sambil tersenyum.

Puri Sunyi, 2 September 2011


HUKUMAN PANCUNG
Oleh : Heru Supanji

Berdasarkan laporan intelijen dilaporkan bahwa Arab Saudi dan beberapa negara sahabatnya di tenda Ali Baba telah sepakat untuk melaksanakan Idul Fitri secara diam-diam dan tidak memberitahukan hasil hisab kapan jatuhnya tanggal 1 Syawal 1432 H kepada Presiden RI.  Menag RI dan Kemetrian Tenaga Kerja sepakat mengirim surat protes kepada Raja Arab tentang hal tersebut, mengingat Indonesia mayoritas beragama Islam dan paling banyak mengirim TKI.

Tidak lama berselang, raja Arab Saudi hanya mengirim secarik memo untuk Presiden RI  yang isinya membuat Presiden RI berkeringat dingin. Begini isi memo itu:

“SBY... Bebaskan saudara kami Muhamad Nazaruddin! Ini peringatan hukuman  pancung buatmu !!!”



TANAH SURGA
Oleh : Heru Supanji

Lagu ini menggambarkan eksotisnya tanah air di mata bangsa Eropa saat menginjakan kaki di tanah Nusantara dimasa itu. Konon seorang tuan belanda yang baru turun dari kapal di abad ke 16 dan berjalan-jalan menyusuri ladang dikagetkan oleh seeokor ular yang melintas, reflek dia mengambil batu dan menyambit ular itu. Untuk memastikan ular itu benar-benar mati tuan Belanda memukul ular itu dengan sebatang tongkat dan menancapkan tongkat itu sebelum dia pergi.

Seminggu kemudian tuan itu melewati jalan itu lagi dan mendapati batu yang dia gunakan menyambit ular dan tongkat yang dia pakai memukul bertunas. Tuan itu berpikir, subur nian tanah ini! Dia tidak tahu kalau yang dia pakai menyambit adalah ubi jalar yang kering terjemur dan tongkat yang dia pakai adalah pohon singkong.

Koes Plus menggambarkan kisah itu dalam lagu sederhana:

Bukan lautan, hanya kolam susu
Kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui
Ikan dan udang datang menghampirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat dan batu tumbuh jadi tanaman

Kita memang patut bersyukur dianugerahi tanah subur makmur dan kaya raya ini. Belum meninggalpun kita sudah berada di surga. Hanya di surga segalanya menjadi mungkin dan tidak ada yang mustahil. Karena memang Allah menyediakan surga bagi mahluknya yang taat beribadah dan tanpa pamrih.

Hanya di surga, yang membolehkan kita berpuasa 30 hari ketika bangsa lain termasuk negara-negara Arab berpuasa 29 hari. Memang indah hidup di surga, hari raya Idul Fitri saja sampai 2 hari.

Pantas bangsa lain berbondong-bondong memperebutkan tanah surga ini. Tanah surga yang salah urus. Konon untuk mengembalikan kesejahteraan rakyat yang hilang di tanah surga ini, sepertinya  kita harus menghiba agar ada bangsa lain yang sudi menjajah lagi. Mungkinkah?

Puri Sunyi, 31 Agustus 2011.

1 comment:

Tinggalkan Pesan dan Kesan untuk penyempurnaan WINA PRIVATE COURSE. Terima kasih, Salam.